Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Masyarakat diharapkan tetap melaksanakan donor darah. Tidak terpengaruhi oleh isu corona saat ini. Karena donor darah selain menyehatkan diri juga menolong orang lain.
Saat ini akibat pandemi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mulai kekurangan jumlah pendonor sejak beberapa waktu lalu. Sehingga tidak memenuhi jumlah minimal kebutuhan rumah sakit. Hal tersebut disampaikan Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung Uke Muktimanah.
Dari data yang ada terlihat “(Penurunan) jumlah pendonor terjadi sangat signifikan, mulai terasa Sabtu dan Minggu, biasanya akhir pekan ini ramai, kemarin menurun. Hari Senin menurun drastis sekali,” ungkapnya.
Dia mengatakan pihaknya harus segera dapat mengantisipasi ketersediaan labu darah yang belum memenuhi kuota mengingat saat ini kebutuhan darah terus berjalan. Ditambah melonjaknya angka DBD di Jawa Barat dan Kota Bandung, pihak PMI Bandung telah melakukan sejumlah cara persuasif untuk meyakinkan warga bahwa mendonor darah adalah kegiatan yang aman.
“Sekarang kan angka DBD juga meningkat kita harus terus antisipasi bagaimana memenuhi stok darah yang diperlukan, belum lagi dalam 2 minggu ini tertunda (akibat regulasi pembatasan aktivitas warga). Dalam tiga bulan ini kita harus susun strategi untuk tetap bisa penuhi kebutuhan transfusi darah,” ungkapnya.
Beberapa strategi tersebut, dia mengatakan adalah dengan memberi informasi pada warga bahwa warga tetap bisa melakukan donor. Namun dipastikan bahwa orang yang melakukan donor tersebut adalah orang yang sehat. “Kita seleksi dulu supaya orang yang demam tidak bisa masuk,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga meminta pihak TNI dan Polri untuk bisa mengirimkan 10 hingga 15 pendonornya. Dia juga mengatakan PMI Kota Bandung menerapkan standar keamanan dan keselamatan pada setiap petugasnya. Para petugas donor diminta untuk memakai masker, mengenakan hand sanitizer dan tambahan suplemen vitamin kepada pekerja yang bertugas.













