Pewarta : Romli Kahar
Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – Sejak para pekerja Indonesia dipulangkan oleh perusahaan-perusahaan kapal pesiar tempat mereka bekerja karena merebaknya virus corona dan penghentian global kegiatan kapal pesiar, menjadi titik tersulit bagi para pekerja kapl pesiar.
Namun, menjelang tahun 2021 para agen dan pekerja kapal pesiar Indonesia berharap vaksin akan memulihkan kembali kegiatan kapal pesiar dan lapangan kerja bagi pekerja Indonesia.
Sebagian besar pekerja Indonesia di kapal-kapal pesiar berbendera asing direkrut oleh para agen. Kurang lebih ada 60 agen kapal pesiar resmi yang tercatat di Indonesia.
Dua di antara agen kapal pesiar ini adalah PT. Ratu Oceania Raya yang menangani kapal pesiar RCCL, Celebrity, Azamara, Pullmantur, Disney, Oceania, Regent, Carnival UK dan Viking cruise line dan PT CTI Group yang menangani kapal Pesiar Carnaval, Marela, Virgine, Oceania dan lain – lain.
Salah seorang pekerja kapal pesiar asal Cisaat Palabuhanratu Sukabumi, Rudi Afriansyah menjelaskan kepada awak media bahwa dirinya sudah hampir satu tahun lebih tidak bisa berangkat ke kapal pesiar lagi, karena situasi di Negara tempat dimana kapal pesiarnya bersandar yaitu United Kingdom ( UK ) masih Zona merah Covid-19.
Rudi yang berprofesi sebagai Waiter di Perusahaan kapal pesiar Marella asal UK ini masih berharap sekali bisa berangkat lagi ke perusahaan tersebut, karena gajinya yang lumayan menggiurkan ketimbang profesi yang saat ini sedang dia geluti yaitu jual beli beras bantu-bantu Usaha orang tuanya di Pasar Palabuhanratu.
“Saya sangat berharap secepatnya bisa join lagi ke kapal pesiar dan semoga suasana di luar negeri cepat pulih,” ungkapnya.
Saat ditanya berapa gaji Waiter di tempat dia bekerja sambil tersenyum dia menjawab, “Beda Kapal pesiar beda gaji walau posisi ( jabatan ) sama mas, kalau di Marella Cruise gaji Waiter $1450 AS atau sekitar Rp.21 juta ditambah uang tips, kalau cuma Rp.25.000.000 perbulannya Insya Allah mas,” tambahnya.
Ithan Rustandi salah satu teman Rudi yang satu perusahaan di kapal pesiar, warga Desa Cisaat Palabuhanratu juga menceritakan tentang harapannya bisa cepat dipanggil lagi oleh perusahaannya, karena selalu ditundanya jadwal keberangkatan ke kapal disebabkan situasi yang belum kondusif.
“Semoga di awal bulan, tahun 2021 ada angin segar bisa kerja lagi di kapal pesiar karena kantong sudah kempes,” ungkapnya dengan raut muka harap-harap cemas, Rabu (30/12/20).













