Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dalam rangka percepatan dan pemulihan ekonomi sebagai dampak inflasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung bekerja sama dengan kewilayahan melaksanakan kegiatan padat karya selama 10 hari. Kegiatan tersebut akan berlangsung secara berkala dan terjadwal mulai dari 22 September-17 Oktober 2022. Total pekerja yang dibutuhkan sebanyak 1.200 orang atau 40 orang di setiap kecamatan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Andri Darusman menyampaikan, terdapat 27 kecamatan yang diajukan sebagai lokasi kegiatan Padat Karya. “Berdasarkan ajuan tersebut, Disnaker mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 2,1 miliar, ” ujar Andri, Selasa, 20 September 2022.
Anggaran tersebut untuk honor yang mengikuti padat karya sebesar Rp. 133.000 per hari.
Kegiatan ini melibatkan para pekerja yang berasal dari warga Kota Bandung dengan kriteria tertentu, antara lain:
1. Warga setempat yang dibuktikan dengan KTP/KK
2. Warga terdampak Covid-19 ataupun inflasi BBM
3. Warga berkemampuan rendah
Dokumen pendukung disampaikan paling lambat Selasa, 20 September 2022 kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung
“Kita juga berkoordinasi dengan kewilayahan untuk menentukan lokasi yang akan dibersihkan. Bisa juga daftar ke RW masing-masing,” jelasnya.
Lokasi kegiatan Padat Karya dibagi ke tujuh wilayah, di antaranya Gedebage, Ujungberung, Tegalega, Arcamanik, Cibeunying, Karees, dan Bojonagara.
“Kita mulai pada tanggal 22 September di Rancasari. Setelah 17 Oktober dilanjut di tiga kecamatan yang ada di bagian Perumahan,” imbuhnya.
Wilayah Gedebage terdiri dari Kecamatan Gedebage, Buah Batu, Bandung Kidul, dan Rancasari. Mulai berlangsung pada 22 September-2 Oktober 2022.
Lalu, Wilayah Ujungberung terdiri dari Kecamatan Cibiru, Panyileukan, Ujungberung, dan Cinambo. Mulai berlangsung pada 26 September-6 Oktober 2022.
Kemudian, Wilayah Tegalega terdiri dari Astanaanyar, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Babakan Ciparay, dan Bandung Kulon. Mulai berlangsung pada 27 September-9 Oktober 2022.
Selanjutnya, Wilayah Arcamanik yang terdiri dari Kecamatan Antapani, Arcamanik, dan Mandalajati. Mulai berlangsung pada 28 September-10 Oktober 2022.
Lalu, Wilayah Cibeunying terdiri dari Kecamatan Cibeunying Kaler, Cibeunying Kidul, Cidadap, Coblong, Sumur Bandung, dan Bandung Wetan. Mulai berlangsung pada 29 September-11 Oktober 2022.
Sementara itu, di Wilayah Karees terdiri dari Kecamatan Regol, Lengkong, Kiaracondong, dan Batununggal. Mulai berlangsung pada 3-13 Oktober 2022.
Terakhir di Wilayah Bojonagara terdiri dari Kecamatan Sukajadi, Sukasari, Andir, dan Cicendo. Mulai berlangsung pada 5-17 Oktober 2022.
“Bentuk kegiatannya dengan melakukan kebersihan lingkungan pemukimanan atau lokasi lahan lain. Satu hari digarap 40 orang selama 10 hari. Boleh bergantian, misalkan hari ketiga ganti orang juga boleh,” paparny
Program Padat Karya yang digarap Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung terus berlanjut. Kali ini program Padat Karya mulai berkegiatan di 4 Kecamatan lainnya, setelah dimulai pada 22 September 2022 lalu.
Empat Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Ujungberung, Panyileukan, Cinambo dan Cibiru. Rencananya Padat Karya berlangsung dari 26 September – 6 Oktober 2022. Sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Gedebage, Buahbatu, Bandung Kidul, dan Rancasari pada 22 September-2 Oktober 2022.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi mengatakan, program ini merupakan upaya Pemkot Bandung dalam mengurangi dampak kenaikan BBM. “Diharapkan mengurangi dampak kenaikan harga BBM, di laksanakan di 30 kecematan. Kita sudah laksanakan di 4 kecamatan sebelumnya. Hari ini kita mulai juga di 4 kecamatan, Ujungberung, Cinambo, Panyileukan dan Cibiru,” kata Dicky saat membuka program Padat Karya di Kecamatan Ujungberung, Senin 26 September 2022.
Ia mengatakan, program serupa akan terus dilakukan oleh Disnaker guna membuka seluas-luasnya lapangan kerja bagi masyarakat. “Ini akan kita lakukan terus, dapat dilakukan terus melalui reses maupun Musrenbang,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Ujungberung, Abriwansah Fitri mengatakan, untuk kegiatan padat karya di Kecamatan Ujungberung akan difokuskan untuk pembersihan sungai Cipanjalu yang melewati empat kelurahan di Ujungberung. “Kita langsung mempersiapkan dan ujungberung sudah siap. Mudah mudahan dengan kegiatan padat karya ini sungai menjadi bersih,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebanyak 40 orang turun secara serentak selama 10 hari ke depan. Para peserta merupakan warga tidak mampu serta warga diputus kerja atau dirumahkan, dan warga yang belum mendapatkan kesempatan bekerja. “Sebanyak 40 orang ini kita bagikan ke empat kelurahan. Mereka yang merekomendasikan warganya,” jelasnya.
Ia menyebut, kegiatan Padat Karya yang dilakukan selama 10 hari antara lain pengerukan, pembersihan sampah, dan penormalisasi sungai Cipanjalu. “Ini juga sebagai kelanjutan program Citarum Harum,” ujarnya.
Ia berharap, program padat karya ini terus berlanjut karena dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. “Ini sangat membantu warga yang belum mendapatkan pekerjaan, harus terus dilanjutkan,” katanya.
Salah satu peserta Padat Karya ialah Tatang Suryana, warga Cigending. Sehari-hari ia bekerja sebagai pengangkut sampah. “Sehari dapat Rp50.000, tapi sekarang harga pada naik. Alhamdulillah bisa ada program ini,” kata dia.
Ia berterima kasih dengan adanya program padat karya ini sangat membantu ekonomi keluarganya. “Alhamdulillah ini sangat membantu buat kehidupan sehari-hari,” ungkapnya
