Oleh : Siti Saadah (Ibu Rumah Tangga)
Sampah sampai sekarang masih menjadi permasalahan yang dialami oleh hampir sebagian besar negeri di dunia, termasuk di Indonesia. Sampai saat ini sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang hingga kini belum mampu diselesaikan oleh pemerintah. Bagaimana tidak, jumlah sampah semakin hari semakin bertambah.
Seperti halnya sampah yang ada di pasar Banjaran, Kabupaten Bandung, upaya penggerukan dan pengangkutan sampah pun tak bisa dilakukan dalam waktu singkat dikarenakan kondisi sampah yang sudah menggunung.
Tumpukan sampah yang menggunung tersebut sebetulnya sudah menjadi perhatian dari para pemangku kepentingan sejak tahun lalu, tidak ada penanganan dan tidak beres sampai sekarang menurut seorang warga Banjaran. Jumat, 30 Desember 2022
Keberadaan penggunungan sampah itu tak hanya dikeluhkan oleh masyarakat di sekitar pilar dan para pembeli, tetapi juga oleh para pedagang pasar selalu ditarik retritusi sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, dilihat dari timbunan sampah di pasar Banjaran maka diperkirakan kapasitasnya mencapai 70-100 truk tronton adapun kapasitas sampah dalam satu truk ialah sekitar 25 meter kubik. https://www.pikiran-rakyat.Com
Namun sayang, upaya yang saat ini dilakukan pemerintah untuk menangulangi permasalahan sampah hanya bersifat persial salah satunya adalah dengan pembangunan TPS, belum menyentuh pada akar permasalahan. Sehingga besar kemungkinan upaya ini pun tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan sampah di negeri ini. Hal ini dikarenakan permasalahan sampah bukan hanya disebabkan karena tidak adanya tempat pembuangan akhir sampah, melainkan ada sebab lain sehingga sampah tidak kunjung selesai.
Meskipun sudah banyak imbawan dan ajakan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, bahkan kampanye untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sebagai salah satu upaya untuk mengurangi sampah begitu masif digaungkan. Namun, hingga kini belum membuahkan hasil yang nyata.
Bahkan menurut para ahli kesehatan, polusi sampah mengakibatkan terganggunya kesehatan, terutama masyarakat yang tinggal di sekitaran area pembangunan sampah. Selain itu akan memberikan dampak negatif seperti rusaknya lingkungan hidup. Pencemaran terhadap air, dan banjir.
Permasalahan sampah yang saat ini hampir semua negeri di dunia ini tidak terlepas dari diterapkannya sistem kapitalisme. Kapitalisme dengan asasnya pemisahan agama dari kehidupan (sekuler) mengukur segala sesuatu berdasarkan materi, yakni melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan materi atau manfaat. Hal ini menjadikan masyarakat memiliki sifat individualis, yakni hanya mementingkan kepentingan sendiri maupun kelompoknya. Al hasil masyarakat kehilangan kesadaran dan empati untuk saling tolong-menolong (taawun) salah satunya dalam mengelola sampah sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Hal ini semakin diperburuk dengan sikap pemerintah yang seolah tidak serius dalam menangani permasalahan sampah. Seperti hal nya mendatangkan para ahli dan ilmuwan untuk melakukan penelitian agar bisa menghasilkan kemasan produk yang mudah diurai tanah sehingga tidak mencemari lingkungan.
Berbeda dengan sistem islam sebagai sebuah agama yang berasal dari Allah SWT. Islam sangat mencintai kebersihan bahkan Rasulullah SAW menyatakan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari keimanan.
Rasulullah SAW bersabda :”Kebersihan itu adalah setengah dari iman”(HR Muslim)
Islam memiliki mekanisme tersendiri dalam menangani permasalahan sampah. Islam memandang bahwa semua pihak, baik individu, masyarakat, maupun negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran ini akan mendorong setiap individu untuk mengelola sampah, terutama sampah rumah tangga dengan cara mengonsumsi sesuatu secukupnya dan tidak berlebihan.
[14/1 07.13] +62 896-6848-4869: Tidak hanya itu, kesadaran yang tercipta pada diri individu akan menumbuhkan kesadaran masyarakat, sehingga akan tercipta rasa saling tolong menolong (taawun) diantara anggota masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dari pencemaran polusi sampah.
Pengelolaan sampah merupakan upaya preventif (pencegahan) agar terwujud kesehatan di tengah – tengah masyarakat. Karenanya, pemerintah akan melakukan segala daya dan upaya untuk mengelola sampah. Pemerintah akan mendorong para ahli untuk menciptakan teknologi yang mampu menghasilkan kemasan produk yang aman terhadap lingkungan dan mudah di urai tanah.
Pemerintah pun akan mendorong para ahli untuk menciptakan teknologi canggih dalam pengelolaan sampah. Tidak hanya itu, pemerintah akan menetapkan sanksi atau hukuman yang bentuk hukumannya ditentukan berdasarkan ijtihad khalifah atau qodhi bagi individu atau masyarakat yang melakukan pengrusakan terhadap lingkungan salah satunya adalah membuang sampah sembarangan.
Dalam menjaga kelestarian lingkungan dari pencemaran sampah, semua itu dapat dilakukan apabila islam diterapkan secara sempurna. Wallahu a’lam bi ash-shawwab











