Ragam

Sambut Kendaraan Ramah Lingkungan, SMKN 8 Bandung Persiapkan SDM Mekanik Motor Listrik

adminsigiku.com
×

Sambut Kendaraan Ramah Lingkungan, SMKN 8 Bandung Persiapkan SDM Mekanik Motor Listrik

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Semakin berkurangnya dan terus naiknya harga jual bahan bakar minyak untuk kendaraan motor dan mobil. Pemerintah berupaya mempopulerkan kendaraan berbahan bakar listrik yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.

Melihat potensi ribuan siswa yang ada di SMKN 8 Bandung sebagai salah satu SMK otomotif ternama di Kota Bandung. Pihak sekolah berupaya mengikuti perkembangan jaman dan kebutuhan peluang kerja dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia / Mekanik khusus motor listrik.

Deden Bhakti Indradi Daryana, S.Pd., Kepala Program Kompetensi Keahlian TBSM (Teknik dan Bisnis Sepeda Motor) menjelaskan mengenai teknisnya dalam proses pembuatan motor listrik di SMKN 8 Bandung. “Kita konsep awalnya adalah mengkonversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor berbasis listrik. Konversi itu kita lakukan pada Honda Beat injeksi tahun 2014,” kata Deden saat wawancara khusus bersama media cetak & online, di SMKN 8 Kota Bandung, Jalan Kliningan No 31. Kota Bandung.

Dalam pengembangannya Deden melakukan konversi selama dua pekan. Tampilan motor secara visual tetap dipertahankan secara original yakni Honda Beat. Tujuannya agar bisa dipakai sehari-hari.

Lanjutnya, untuk spare partnya masih mengambil dari distributor. Lalu proses perakitan berlangsung di bengkel bersama siswanya. Sarana dan prasarana untuk perakitan motor listrik ini, sudah aman dan tersedia di pasaran.

Deden Bhakti Indradi Daryana, S.Pd, juga mengungkapkan saat dibawa ke pameran Explore SMK Jabar Juara 2022 di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka selama tiga hari, 15-17 Desember 2022. Motor listrik menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung yang meminati untuk mengkonversikan motor mereka ke motor listrik. Jasa pengkonversian motor listrik tidak sampai level ekstrim. “Ke depannya kita juga mungkin akan membuat produk dalam skala kecil dulu. Transportasi listrik untuk perumahan atau sekedar antar jemput ke sekolah misalnya. Kita merasa ada peluang di kawasan wisata seperti Lembang Park Zoo. Menyediakan kendaraan khusus untuk keliling di sekitarnya,” kata Deden menjelaskan.

Untuk saat ini, Deden memperkirakan harga pengkonverisan motor tersebut berkisar 15 sampai 30 juta rupiah tergantung spesifikasi yang diinginkan.

Menurutnya kendaraan dengan berbahan bakar listrik dengan penggerak sistem dinamo, lebih sedikit komponen dan ramah lingkungan. Selain itu, motor listrik ini ada kelebihannya jika dibandingkan dengan motor berbahan bensin saat ini, yaitu dapat melaju mundur.

Melihat potensi kendaraan ramah lingkungan di masa yang akan datang. SMKN 8 Kota Bandung kedepan berupaya memproduksi rakitan untuk skala rumahan atau jarak dekat untuk oprasionalnya. Bisa saja jadi tambahan bisnis untuk tempat wisata yang ada di Bandung.

Saat ditanya perigal kelengkapan surat kendaraan hasil konversinya dan SIM khusus pengemudinya, Deden mengungkapkan kalau kelengkapan suratnya bisa diurus sesuai arahan dari Dishub atau kepolisian. Sedangkan untuk SIMnya masih sama, tidak ada perbedaan antara motor berbahan listrik dan bensin

Di ruangan praktek bengkel Sekolah, Arya Bayu Lesmana kelas 11 SMKN 8 Kota Bandung mengungkapkan saat ini sudah belajar perihal sasis kendaraan, kelistrikan, fungsi komponen dan service kendaraan. “Kepikiran juga nanti untuk pengembangan motor listrik, karena kebetulan dipelajari secara langsung dan mulai paham sistem oprasional mesin kendaraannya,”ungkapnya

Saat ditanya, perihal rencana setelah lulus sekolahnya. “Persiapan mulai dari sekarang sudah mulai nabung, nanti untuk modal usaha bengkel mandiri. Uangnya dari bekal sekolah yang diberikan orang tua dan usaha makanan kecil-kecilan sosis, bakso bakar jualan mandiri dan hasil penjualan basreng yang dititipkan di koprasi sekolah,” ucapnya

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/