OPINI/Artikel

Amat Aswandi Sosok KS Istimewa

adminsigiku.com
×

Amat Aswandi Sosok KS Istimewa

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Sebagai Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) dan organisasi selalu mengapresiasi entitas KS (kepala sekolah) istimewa. Bahkan dalam Workernas di Bali tahun 2023 puluhan kepala sekolah mendapatkan piagam penghargaan.

Adalah Amat Aswandi seorang kepala sekolah yang sukses membawa sekolah terus berkembang lebih baik. Ia adalah kepala sekolah yang berasal dari guru berprestasi dan berdedikasi. Ia termasuk guru yang pernah ditugaskan ke luar Pulau Jawa.

Pengabdian membantu negara sebagai guru di luar Jawa, daerah terpencil dijalani dengan penuh keteladanan sebagai seorang ASN. Ia pernah menjadi guru terbaik di sekolahnya. Saat lolos seleksi sebagai kepala sekolah membuatnya harus terus mengabdi dalam level manajerial.

Sosok Amat Aswandi adalah pribadi yang smart dan tegak lurus dalam mengelola sekolah. Disaat puluhan ribu kepala sekolah mengikuti seleksi kepala sekolah penggerak di seluruh Indonesia. Amat Aswadi lolos dan terpilih, mengalahkan puluhan ribu kepala sekolah lainnya se Indonesia.

Saat ini layanan pendidikan di SMAN 1 Caringin sangat baik dan bertumbuh. Sebagai sekolah penggerak angkatan pertama SMAN 1 Caringin punya khas tersendiri. Tiada lain adalah kultur sekolah yang religious dan kuatnya pendidikan akhlak.

Sekolah penggerak adalah sekolah yang punya “konten” utama penguatan potensi non akademik anak didik, yakni pentingnya ketakwaan pada Tuhan yang maha Esa dan berakhlak mulia. SMAN 1 Caringin telah berhasil menunjukan sebagai sekolah penggerak yang terus menguatkan profil pelajar Pancasila.

Enam indikasi profile pelajar Pancasila berkembang dengan baik di SMAN 1 Caringin. Dalam kepemimpinan Amat Aswandi, SMAN 1 Caringin terus membaik dan lebih baik. Walau tentu saja masih ada hal-hal yang harus dikembangkan lagi.

Plus era media online dan era banyaknya oknum pemberita abal-abal kadang membuat berita dengan informasi stigmatik dan melanggar kode etik jurnalistik. Saat ini hampir semua sekolah selalu ada pemberitaan miring. Semua sekolah “dimiringkan”, ini pola stigmatik yang trend.