Ket. Photo: Ilustrasi
Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Kab. Bogor,- Carut marut seputar pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di tingkat sekolah dasar negeri khususnya di beberapa kecamatan di bawah naungan dinas pendidikan kabupaten bogor selaku leading sektor kian berbuntut panjang.
Seperti di ketahui, kucuran dana tersebut selain untuk meningkatkan mutu dunia pendidikan di tanah air dewasa ini, akan tetapi seiring berjalanya program pemerintah di maksud menuai beragam kecaman.
Bagimana tidak, disinyalir ada upaya untuk menggerogoti dana BOS dengan berbagai modus overandi yang terindikasi tidak sesuai ketentuan dengan memainkan alokasi anggaran untuk mencari celah demi meraup pundi – pundi rupiah demi terpenuhnya hasrat pribadi mereka semata.
Anehnya, modus overandi yang mereka mainkan; oleh masing – masing kepala sekolah dengan cara berkabolarisi dengan bendahara sekolahan serta terkesan di amini oleh ketua k3s tingkat kecamatan dan SEKJEN K3S KAB yang biasa di sapa GOZALI. Ada apa?
Apakah memang ada indikasi keterlibatan masing – masing ketua k3s tingkat kecamatan, serta ada unsur pembiaran oleh pengurus k3s tingkat kabupaten sehingga mereka dengan leluasa bermain…!
Salah satunya terjadi di beberapa kecamatan meliputi, kecamatan CILEUNGSI, KELAPA NUNGGAL, BABAKAN MADANG, SUKARAJA, JASINGA, NANGGUNG, CIAMPEA yang dalam prakteknya secara terselubung dan masif.
Dalam waktu dekat adanya dugaan temuan KSP akan segera kami tindak lanjuti untuk mensuport APH demi penegakan supemsi hukum sekaligus sebagai wujud nyata agar terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi di bumi tegar beriman, tegasnya.
