OPINI/ArtikelRagam

Menangkap Pesan Kadisdik Jabar

adminsigiku.com
×

Menangkap Pesan Kadisdik Jabar

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)

Adalah Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si, Kadisdik Provinsi Jawa Barat, sosok yang low profile, humble dan menginspirasi. Hari ini, Jum’at tanggal 11 Mei 2023, Ia hadir dalam giat silaturahmi dan halal bi halal Keluarga Besar KCD Wilayah 1, Kabupaten Bogor.

Mengapa Saya katakan low profile dan humble ? Diantaranya Ia mengatakan dirinya tak bisa nyanyi. Suaranya tak baik, sebaimana para guru dan anak didik yang jauh lebih hebat. Ia mengatakan, “Saat sholat saja, ketika mengatakan aaamiiiin, suara Saya sumbang, apalagi bila harus nyanyi”.

Ini sebuah kerendahan hati seorang pejabat dan lebih melihat bawahannya yang jauh lebih baik dalam hal bernyanyi. Ada ungkapan “Orang yang rendah hati akan ditinggikan derajatnya oleh Allah”. Nampaknya ungkapan ini korelatif dengan sosok Kadisdik Jabar.

Mengapa Saya katakan Kadisdik Jabar menginspirasi ? Dalam membuka sambutannya, Ia langsung memberikan motivasi dari melihat tampilan orchestra SMKN 2 Cibinong. Pada seluruh hadirin entitas GTK, KCD Wilayah 1, Ia menjelaskan tampilan orchestra baik dan sukses karena kerjasama.

Tim orchestra kesemuanya punya peran penting yang menentukan. Kesemuanya bekerja sesuai peran dan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Tidak ada tim orchestra yang memisahkan diri, membedakan diri. Semua satu tim, harmoni, seirama, kolaboratif.

Kadisdik mengajak semua kelurga besar Disdik Jawa Barat agar mengambil peranan terbaik sesuai karakter dan keterampilannya masing-masing. Selanjutnya Kadisdik menjelaskan binatang saja punya kemampuan masing masing. Misal, monkey luar biasa dalam memanjat pohon. Ikan hebat di kolam, bukan naik pohon.

Artinya setiap kita punya keunggulan yang dapat dicurahkan dalam dunia layanan pendidikan kita. Jabar Juara Lahir Batin, tentu saja buah dari kerjasama semua warga Jawa Barat dalam mencurahkan keunggulan masing-masing. Terutama di entitas layanan pendidikan, Kadisdik Jawa Barat, mengharapkan adanya “orkestrasi” terbaik dalam layanan pendidikan.

Hal inspiratif lainnya yang dijelaskan Kadisdik Jabar adalah terkait mentalitas singa dan gajah. Mengapa singa jadi raja hutan ? Padahal secara fisik gajah jauh lebih besar. Mengapa gajah besar tidak menjadi rajanya ?

Kadisdik Jabar ingin menyampaikan pesan bahwa untuk menjadi raja, pemenang, juara dan terbaik, harus dimulai dari mindset. Mindset besar lebih utama dari tubuh yang besar. Singa melihat gajah sebagai mangsa dan makanan. Gajah melihat singa, pemangsa dan takut dimakan.

Gajah dan singa punya “mindset” dan “karakter” yang berbeda. Mindset kita, pikiran kita, keyakinan kita akan berpengaruh pada apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Makanya Kadisdik Jabar menekankan pentingnya karakter dan pengetahuan/keterampilan. Terutama karakter, maka pendidikan karakter menjadi hal prioritas.

Bagi Kadisdik Jawa Barat, karakter lebih penting dari ilmu pengetahuan. Ini sesuai dengan perspektif para ulama bahwa adab di atas ilmu. Maka Ia mengajak agar sekolahan mampu menjadi pusat pengembangan karakter anak didik. Sukses pendidikan karakter dan hal akademik akan menentukan sukses Indonesia emas 2045.

Terkait anak didik Kadisdik pun memberi sebuah tekanan bahwa lomba-lomba yang diikuti setiap anak didik adalah miniatur masa depan. Anak didik kelak akan “berlomba di masa depan”, maka jenis perlombaan hari ini adalah latihan dari lomba kehidupan yang sebenarnya.

Kembali pada karakter, pengetahuan dan keterampilan anak didik sangat penting terus ditumbuh kembangkan dan dikawal dengan optimal dan maksimal. Masa depan mereka ditentukan oleh peran guru dan para kepala sekolah saat ini.

Kadisdik pun mengajak “budayakan apresiasi” pada anak didik dan GTK. Mengapa penting budaya apresiasi ? Agar makin banyak anak didik dan GTK yang berprestasi. Betul kata psikolog terkenal Dale Carnegie yang mengatakan banyak orang tak sukses karena kurang penghargaan. Kurang diperhatikan.

Selamat berjuang Bapak Kadisdik Jabar, Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., sosok pejabat yang ramah dan edukatif. Semoga anak didik, pendidik dan semua entitas GTK Jawa Barat khususnya, semakin juara lahir batin, bersama pemimpin yang humanis edukatif.