OPINI/Artikel

Pelajar Baca Ini… !

adminsigiku.com
×

Pelajar Baca Ini… !

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)

Dalam benak Saya ada dua orang hebat yang mesti jadi inspirasi bagi anak muda atau entitas pelajar. Pertama Putri Ariani dan kedua Nuryati Solopari.

Putri Ariani punya keterbatasan fisik, Nuryati Solopari ditempa keterbatasan finansial. Keduanya adalah manusia pilihan yang punya semangat juang, semangat ikhtiar dan istimewa.

Pekan ini kita digegerkan oleh prestasi Putri Ariani. Sang Pelajar yang istimewa, menebus keterbatasan fisik dan menembus pergaulan dunia. Ia berhasil sukses di America’s Got Talent.

Keterbatasan fisiknya tak jadi masalah bagi Putri Ariani. Ia melaju dengan sejumlah prestasi lomba seni tarik suara. Sejak usia dua tahun Ia sudah belajar bernyanyi.

Putri Ariani tunanetra. Ia lahir premature, 6 bulan 10 hari, dengan berat badan I,3 kilo. Bobot tubuhnya pernah menyusut sampai 8 ons. Putri Ariani kini menjadi pribadi istimewa.

Putri Ariani walau punya keterbatasan fisik, Ia sukses meraih prestasi. Ia meraih anugerah golden buzzer. Ia seorang anak yang punya keterbatasan fisik namun aman secara finansial keluarga.

Berbeda dengan sosok Nuryati Solopari. Ia secara fisik tidak ada kendala, namun secara finansial terkendala. Keterbatasan finansial keluarga bagi Nuryati Solopari adalah kendala luar biasa.

Saat lulus SMA, Ia bersedih dan tak bisa melanjutkan kuliah. Ia selalu punya ranking dan punya impian tinggi untuk kuliah. Namun keterbatasan finansial keluarga membuatnya tak bisa kuliah.

Tekad kuat, mimpi kuat untuk kuliah, berupaya menaklukan keterbatasan finansial. Ia menjadi TKI di Arab Saudi. Menjadi TKI hanyalah upaya untuk mengumpulkan biaya untuk kuliah.

Kini Ia berhasil menjadi seorang dosen di sebuah PTN. Ia pun berawal tak bisa kuliah karena miskin. Namun berkat tekad kuat, menembus keterbatasan. Akhirnya malah bisa meraih gelar doktor dari Unpad.

Bagi para orangtua, pelajar dan mahasiswa, jangan menyerah, taklukan tantangan. Spirit Putri Ariani dan Nuryati Solopari hendaknya menjadi pembelajaran. Keterbatasan hanyalah ujian, kita adalah makhluk design Tuhan, pasti sukses.

Selama ikhtiar tiada henti, harapan terus menguat dan yakin pada kuasa Ilahi, seseorang pasti sukses. Hanya orang-orang malas yang tidak ada kemungkinan untuk sukses.

Orang yang berusaha, punya kemauan kuat dan keyakinan kuat, pasti sukses. Si Pintar yang diam akan disalip oleh Si Bodoh yang bergerak dan terus bergerak berusaha dan belajar.

Si Normal pemalas dan loyo akan disalip oleh Si Tak Normal yang terus berusaha dan belajar. Keterbatasan bagi pribadi hebat adalah pemantik keberhasilan. Keterbatasan harus ditaklukan, dibalik penaklukan ada sukses.

Fasilitas, zona nyaman bagi pribadi pemalas adalah mematikan, menstimulus kebodohan dan kelembekan. Ketika zona nyaman berpadu dengan kemalasan maka kegagalan adalah ujungnya.

Putri Ariani dan Nuryati Solopari adalah dua sosok yang ditempa keterbatasan, namun mereka berhasil menaklukannya. Keterbatasan fisik dan keterbatasan finansial adalah dua keterbatasan yang membutuhkan perjuangan luar biasa.

Dua sosok perempuan hebat dalam meraih mimpi, terbukti berhasil. Meraih gelar doktor dari keluarga miskin tentu sulit. Meraih “gelar” Golden Buzzer dari sosok tuna netra lebih sulit lagi.

Keterbatasan fisik tentu lebih sulit dibanding keterbatasan finansial. Bagi yang secara fisik normal, finansial normal, malu lah pada dua wanita hebat, Putri Ariani dan Nuryati Solopari.