Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)
Kecepatan kereta api meningkat diperlihatkan Daop 2 Bandung, yang diketahui akan memberlakukan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2023 menggantikan Gapeka 2021 yang menyebabkan percepatan waktu tempuh perjalanan KA. Percepatan ini tentunya juga sejalan dengan meningkatnya kecepatan KA diberbagai lintas di wilayah operasi Daop 2 Bandung. Maka dari itu Daop 2 Bandung mengingatkan masyarakat yang berada disekitar jalur KA untuk lebih waspada dan berhati-hati, masyarakat juga di himbau untuk tidak melakukan aktivitas di jalur KA. (radarsukabumi.com)
Pembangunan infrastuktur transportasi dalam negeri menjadi sorotan, karena dalam sistem kapitalis sekuler negara selalu melibatkan swasta dengan skema investasi dan urang bunga, jika tidakpun pasti disertai berbagai syarat mengikat. Transportasi dalam negara kapitalis adalah sebuah industri sehingga otomatis mempunya fungsi bisnis agar dapat memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, bukan fungsi pelayanan yang aman dan tidak mengancam nyawa.
Program-program pembangunan infrastruktur dalam kapitalisme lebih berorientasi bisnis bukan pada pelayanan publik. Rakyat tidak bisa menikmati layanan infrastruktur tersebut secara murah, mudah bahkan nyaman. Infrastruktur kapitalisme merupakan ladang komersil.
Sangat berbeda dengan infrastruktur transportasi dalam sistem Islam, yang orientasinya adalah pelayanan publik.
Bisa dilihat sejarah, bahwa hingga abad ke 19 khilafah Utsmaniyah yang konsisten mengembangkan infrastruktur transportasi yang aman dan nyaman. Seperti saat kereta api ditemukan di Jerman, segera ada keputusan Khalifah untuk membangun jalur KA dengan tujuan utama memperlancar perjalanan haji.
Tahun 1900 M Sultan Abdul Hamid II mencanangkan proyek “Hejaz Railway” jalur kereta ini terbentang dari Istanbul hingga Makkah melewati Damaskus, Jerusalem dan Madinah. Dengan proyek ini, dari Istanbul ke Makkah yang semula 40 hari perjalanan menjadi 4 hari.
Kemudian, penerapan sistem ekonomi Islam memberikan jaminan pembangunan ekonomi yang berkah, adil dan sejahtera yang akan meminimalisir kesenjangan ekonomi dan menjauhkan kerusakan pada masyarakat. Sistem Islam atau Khilafah sebagai institusi penerap Islam akan menyediakan infrastruktur transportasi yang aman, memadai dengan teknologi terkini.
Wallahu a’lam bish-shawab











