Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi)
Guru memang entitas luar biasa, terutama yang waras dan cerdas dalam merespon dinamika sosial. Termasuk dinamika organisasi profesi guru PGRI.
Dalam jaringan WAG yang diisi ratusan pendidik, seseorang mengirim flyer yang ada Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Photo nampak cantik dan menawan.
Namun seorang guru SMAN merespon flyer Ketua Umum PB PGRI dengan dua kata Ibu Mosi, Saya sampai kaget. Kok secerdas itu Ia memberikan sebutan pada narasumber yang cantik.
Bila Bung Karno punya sebutan Proklamator, Suharto The Smiling Genderal, maka Sang Guru SMA memberi gelar Unifah Rosyidi dengan sebutan Ibu Mosi. Sungguh menggelitik.
Memang Ketua Umum PB PGRI sebelumnya punya gelar dari para guru. Bapak Basyuni gelarnya Pahlawan Gedung PGRI, jasa Beliaulah Gedung Guru PB PGRI bisa dimiliki para guru.
Prof. Surya, julukannya Pahlawan sertifikasi. Jasa Beliaulah TPG bisa didapatkan para guru. Guru sejahtera berkat jasa Prof. Surya.
Selanjutnya Dr. Sulistiyo disebut Bapak Honorer Indonesia. Beliaulah Ketua Umum PB PGRI yang berhasil menjadi pejuang guru honorer. Lebih dari 1 juta guru honorer jadi PNS.
Kini, Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi dapat julukan Ibu Mosi. Mengapa ? Karena Ia identik dengan satu satunya Ketua Umum PB PGRI yang mendapatkan Mosi Tidak Percaya sampai 3 kali.
Pertama dari Ketua PGRI Provinsi Riau, Kedua dari entitas perwakilan PGRI Provinsi dan Kokab. Ketiga dari Tim 9 PB PGRI. Dari daerah dapat mosi, dari sejawat PB pun dapat mosi.
Video viral belasan perwakilan pengurus PGRI daerah menyatakan Mosi Tidak Percaya, identik pemberian gelar Ibu Mosi pada Unifah Rosyidi dari para guru Indonesia.











