Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Menarik dicermati apa yang terlontar dari Kepala KCD Wilayah 1, Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed. Ia mengatakan tentang Matematika Tuhan, Ia hendak membawa kita pada pemikiran lebih religis dan spiritualis.
Dr. Abur Mustikawanto hendak memberikan sebuah sengatan pemikiran bahwa Allah, Tuhan yang maha Esa, punya hitungan dan design tersendiri terkait hidup kita dan kehidupan manusia. Manusia punya rencana, Tuhan punya keputusan.
Saat kita sudah dewasa dan bahkan berkuasa, terkadang kita begitu “menghitung” segalanya. Segala hal duniawai terutama, dihitung, direncanakan, direkayasa dan didesign secara terukur. Namun semuanya tidak ada jaminan atau kepastian.
Hal yang pasti dalam kehidupan manusia adalah hitungan “Matematika Tuhan”. Teori Dr. Abur Mustikawanto ini memberi kesadaran dan penyadaran pada kita agar tetap semangat, optimis dan yakin Allah, Tuhan yang maha Esa punya hitungan, hitungan matematika yang jauh lebih sempurna.
Teori Dr. Abur Mustikawanto tentang Matematika Tuhan tentu saja hasil perenungan dan “best practice” dirinya. Mulai saat jadi guru, belajar di luar negeri, meraih gelar doktor dan kini menjabat sebagai Kepala KCD Wilayah 1 Kabupaten Bogor.
Sahabat pembaca, mari kita maknai teori “Matematika Tuhan” dari Dr. Abur Mustikawanto yang esensinya “Allah maha baik, pengasih dan penyayang” pada kita semua. Ia punya hitungan yang jauh lebih sempurna, apa pun tentang perjalanan hidup kita.
Rumus Tuhan selalu nyata dalam ayat kauniyahnya, “Siapa Memberi, Ia Akan Menerima”. Itulah Matematika Tuhan, lebih pasti dari kalkulator dan kalkulasi ikhtiar manusia. Manusia punya mimpi, Tuhan punya janji dan bukti.
Matematika manusia, 1 tambah 1 adalah 2. Dalam Matematika Tuhan, 1 tambah 1, menjadi 27. Mengapa? Karena 1 imam dan 1 makmum dihitung Tuhan menjadi berlipat lipat. Percayalah Matematika Tuhan, sebagaimana ungkapan Dr. Abur Mustikawanto jauh lebih sempurna.











