Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Saat santai di pagi hari, seorang sahabat dari Saber Pungli Jawa Barat diskusi melalui telephon. Selain Ia sebagai entitas saber pungli Jawa Barat, Ia seorang penulis, tokoh di Jawa Barat, ada yang Ia sampaikan cukup faktual.
Ia mengatakan “Kang DNK di sekolahan lebih banyak kunjungan oknum oknum intimidatif dan eksploitatif”. Dalam pandangannya, kasihan sekolah banyak yang intervensi dan intimidatif dengan “senjata” ada pungli di sekolahan.
Ia menghendaki sekolahan bersih dari oknum oknum LSM, Ormas, jurnalis dan premanik yang intimidatif langganan ke sekolah. Plus sekolah pun wajib dan harus bersih dari pungli.
Sekolah yang bersih dari pungli akan lebih aman, nyaman dan tentram. Walau tak mudah sebuah organisasi terbebas atau zero dari pungli, tetap harus berusaha berintegtitas.
Sebagai pendidik dan praktisi di satuan organisasi pendidikan, giat sosialisasi, informasi dan diskusi terkait dunia pencegahan pungli sangatlah penting. Mana yang masuk kategori pungli dan non pungli tentu harus dipahami.
Semoga pihak pihak eksternal tidak bermodus menduga ada pungli di sekolahan, ujung ujungnya malah pungli pada sekolahan. Menjadikan sekolahan sebagai domba perahan, sapi perahan maksudnya.
Stop pungli. Stop mempungli sekolahan atas dasar diduga, dugaan, duga duga, praduga, terduga atau ga ga ga yang lain. Mari kita jaga kedaulatan sekolah dengan ragam giat yang zero pungli.
Sulit memang mencari pekerjaan karena membutuhkan ijazah dan keahlian. Namun oknum lebih mudah datang ke sekolah dengan “pasword” diduga. Ahaa.











