OPINI/Artikel

Waspada Oknum LSM Gentayangan

1
×

Waspada Oknum LSM Gentayangan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Seorang guru senior di salah satu sekolahan mengatakan, “Saat ini banyak banget oknum LSM gentayangan, harus waspada semuanya modus”. Mendengar kalimat ini Saya tergelitik, tertarik untuk menuliskannya.

Kata gentayangan dalam KBBI artinya berkeliaran, sempoyongan dan pergi kemana-mana. Pantas saja seorang guru senior mengatakan okum LSM gentanyang. Oknum LSM kemana-mana, berkeliaran, sempoyongan ke sejumlah sekolahan.

Waspada para kepala sekolah, menghadapi onkum sempoyongan harus benar-benar baik. Mereka narasi dan alasannya “sempoyongan” kadang ngelantur dan stigmatik, intimidatif.

Kata seorang guru senior kembali menggelitik, Ia mengatakan, “Emang siapa eloh, dari daerah mana, ujug-ujug kirim surat dan intimidatif”. Oknum LSM mengaku-ngaku diri sebagai bagian dari upaya “kontrol sosial”.

Kembali Sang Guru Senior berkata, “Kontrol sosial dari mana, apakah anda penduduk sekitar yang menjadi pengguna layanan pendidikan?”. Keanehan yang “sempoyongan” pergi kemana-mana ini memang selalu terjadi.

Hal yang belum ada adalah surat dari kelompok LSM negeri Belanda ke sekolah-sekolah. Kalau LSM dari daerah jauh yang tidak ada hubungan sosial dan sekolah masih saja ada. Padahal di sekolahan ada Komite Sekolah yang merupakan perwakilan masyarakat.

Dunia memang terbalik. Ronggowarsito dulu mengatakan “Zaman Edan”. Sangat aneh bila ada oknum LSM dari “negeri jauh” berdebat dengan pihak Komite Sekolah, atas nama UU keterbukaan publik dan kontrol sosial.

Bukankah keterbukaan terkait manajerial sekolah sudah resmi terbuka jelas dalam rapat orangtua? Plus dengan pemantauan hirakri birokratik terkait, sesuai aturan yang berlaku? Bukankah kontrol sosial peranannya ada di Komite Sekolah?

Mari para kepala sekolah satukan tekad sukseskan layanan pendidikan di internal sekolahan. Tingkatkan prestasi, eskplorasi potensi internal, kolaborasi dan adaptasi terhadap tuntutan perubahan. Hadapi oknum LSM dengan senyum dan kopi manis.