OPINI/Artikel

Sesama Anak Bangsa Harus Saling Menguatkan

adminsigiku.com
×

Sesama Anak Bangsa Harus Saling Menguatkan

Sebarkan artikel ini

(Refleksi Menjelang 78 Tahun Indonesia Merdeka)

Oleh: Dr. Muslich Taman, M.Pd.I
(Guru PAI dan Waka Humas SMAN I Rumpin – KCD Wil.I)

Semakin dewasa usia sebuah bangsa, semakin komplek tantangan yang dihadapinya. Semakin tak ringan tugas dan tanggung jawab yang harus ditunaikannya.

Sebagai bangsa besar seperti Indonesia, yang terdiri tak kurang dari 17 ribu pulau, 5 juta kilometer persegi luas wilayah, 280 warisan budaya, 300 suku bangsa, 652 bahasa, dan 6 agama, maka Indonesia bak emas berlian yang memukau setiap mata. Laksana gadis cantik yang menggoda. Menjadi kekayaan tak ternilai dan keunikan tak ada duanya bagi dunia.

Pada saat yang sama, di balik sejuta pesona yang ada, Indonesia menyimpan tak sedikit tantangan dan ancaman. Dimana Indonesia dihadapkan pada tak terbatas persoalan yang mengancam. Baik internal maupun eksernal. Termasuk, persaingan dalam percaturan di antara bangsa-bangsa di dunia. Hingga, upaya imperialisasi dan kolonialisasi terselubung berkedok investasi.

Melihat kenyataan yang ada, bangsa Indonesia tidak boleh lengah dan kalah. Apa pun tantangan, dan sebanyak apa pun persoalan, semuanya akan mampu dihadapi dan diselesaikan, dengan satu jimat keramat, yang bernama persatuan. Bangsa Indonesia telah berkali-kali dihadapkan pada berbagai tantangan berat, baik penjajahan dari eksternal maupun pengkhianatan dan pemberontakan dari internal, semua bisa diatasi dengan persatuan. Bangsa Indonesia adalah bangsa besar, persatuannya menjadi modal utama kebesarannya. Tentu, atas izin Allah.

Bangsa hebat dan kuat manapun di dunia ini, Barat atau Timur, sekuler atau religius, manakala dia tak bersatu, bercerai berai, saling menjatuhkan, bahkan saling tikam dan memotong dalam lipatan antarsesama anak bangsa, maka pasti ia akan hancur dan tinggal nama.

Sebagai refleksi menjelang 78 tahun Indonesia merdeka, secara khusus harus kembali ditegaskan kepada seluruh anak bangsa khususnya generasi muda, bahwa bangsa ini mesti terus bersatu. Saling menguatkan dan mengokohkan. Kalau dulu, alasan yang menyatukan bangsa Indonesia adalah cita-cita menggapai kemerdekaan, dan setelah kemerdekaan berhasil diraih, mereka disatukan oleh cita-cita mempertahankan kemerdekaan, maka kekuatan yang kini harus menyatukan adalah, cita-cita mengisi kemerdekaan. Yaitu, untuk melindungi segenap warga negara Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam perdamaian dunia.

Itulah cita-cita bersama yang harus menjadi perekat bangsa ini untuk terus bersatu. Dalam keragaman dan kemajemukan sebagai bangsa. Semua rakyat Indonesia wajib menyadari, bahwa keragaman dan kemajukan yang dimiliki bangsa ini adalah takdir Tuhan, anugerah yang harus diterima, dirawat, dan disyukuri. Keragaman dan kemajemukan yang dikelola dengan tepat, akan menjadi sumber kekuatan. Keragaman dan kemajemukan yang disikapi sebagai anugerah terindah, akan menjadi kekayaan tak ternilai, dan takdir ilahi paling mahal. Yang tidak Allah berikan kepada sembarang bangsa, kecuali bangsa yang dicintai, yaitu bangsa Indonesia. Mudah-mudahan.

Dengan keragaman dan kemajemukan, bangsa ini sedang dididik Tuhan untuk saling menghargai. Saling menghormati. Dan saling mencintai. Baik keragaman suku, bahasa, budaya, warna kulit, makanan, pandangan dan pikiran, bahkan hingga keyakinan dan agama. Keragaman dan kemajemukan jangan pernah dipandang sebagai petaka dan musibah. Penghalang persatuan dan kesatuan. Sumber konflik dan perpecahan. Batu sandung keharmonisan dan kebersamaan!

Keragaman harus menjadi katalis kekuatan. Inspirasi cinta dan kasih sayang. Motivasi saling menghargai dan menghormati. Ruh kemenangan dan kejayaan. Kunci menguasai dan menaklukkan dunia. Bangsa ini telah Allah beri modal untuk menjadi pemenang. Maka, bangsa ini harus kuat. Dan untuk bisa kuat, harus terus bersatu.

Menyambut 78 tahun Indonesia merdeka, dan menyongsong satu abad bangsa ini menikmati kemerdekaannya, maka selain bersatu, tugas mulia selanjutnya adalah memberikan pendidikan terbaik kepada seluruh anak bangsa.

Dua hal penting inilah yang harus senantiasa dikawal. Terus ditingkatkan kualitasnya. Dan menjadi fokus perjuangan bersama, antara pemerintah dan masyarakat, dalam hal ini civil society. Karena dengan keduanya, bangsa ini akan kuat dan cerdas.

Lebih-lebih, tahun politik telah di depan mata. Ritual politik tahunan yang ada jangan menjadi ajang mengoyak dan mencabik takdir keragaman dan kemajemukan bangsa. Jangan menjadi panggung terbuka untuk saling menghujat dan ‘membantai’ sesama saudara. Seperti, yang belum lama pernah ada. Jangan sampai tragedi itu terulang yang kedua. Tentu, bangsa yang kuat dan cerdas, tidak akan mengulangi keselahan yang sama. Semoga.