Oleh : Dr. Muslich Taman., M.Pd
(Guru PAI dan Waka Humas SMAN I Rumpin – KVD Wil. I Disdik Jabar)
Semoga sukses dan berkah melimpah. Bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada hajatan besar pemilu serentak untuk menghadirkan sosok pemimpin bangsa dan para wakil rakyat yang mampu menghantarkan bangsa menuju cita-cita emasnya, menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka.
Pemilu menjadi momen kompetisi nasional bagi para putra putri terbaik bangsa untuk tampil adu program dan gagasan serta uji elektabilitas diri. Terpanggil untuk mengabdi pada negeri. Di saat yang sama, menjadi panggung festival kualitas mental dan kematangan jiwa anak bangsa. dalam mempraktikkan demokrasi ala Pancasila dalam proses estafet dan seleksi kepemimpinan nasional. Termasuk standar etika anak bangsa dalam mengekspresikan kemenangan dan menerima kekalahan.
Dalam ikhtiar mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, bangsa Indonesia memerlukan kepemimpinan kuat yang mampu dan berani membuat inovasi dan keputusan-keputusan besar. Pemimpin visioner yang cerdas menerjemahkan keadaan bangsa saat ini untuk menjawab berbagai persoalan di masa depan, dan siap menghantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa maju, yang aman, adil, dan sejahtera. Tentu harus relegius.
Karena itu, tugas penting bangsa Indonesia di momen pemilu tahun 2024 adalah memastikan tepat memilih pemimpin. Pemimpin yang memiliki kualifikasi mampu menjadi nahkoda bangsa dalam mewujudkan cita-citanya. Sanggup mengarungi samudera dengan segala ombak dan badai yang menerpa. Bisa bekerja untuk kemajuan dan kejayaan bangsanya. Yang menyatukan dan mengayomi semua golongan. Bukan suka memecah belah dan memprovokasi. Bukan hanya punya cita-cita besar, tetapi juga punya kerja-kerja besar.
Demokrasi, dan pemilu sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat, hakikatnya adalah instrumen, bukan tujuan. Tujuannya adalah memilih pemimpin nasional yang mampu mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat; diantaranya keadilan, kesejahteraan, dan ketaatan kepada Tuhan. Tujuan itulah substansi yang tidak boleh dilupakan bangsa ini.
Karenanya, dalam menghadapi dan menjalani hajatan besar pemilu yang ada, bangsa Indonesia harus mampu mewujudkan dua hal penting. Pertama, semua proses yang ada harus berjalan demokratis, dan kedua, berhasil menghasilkan pemimpin bangsa yang membawa kemaslahatan sebagaimana yang dicita-citakan.
Bangsa Indonesia harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan, sebagai kekuatan dan pondasi stabilitas pembangunan. Menyukuri dan mengartikulasikan keragaman yang ada sebagai sumber kekuatan. Sebagai inspirasi untuk saling menghormati, menghargai, dan bekerja sama. Menerima dengan lapang dada atas takdir keragaman sebagai anak bangsa. Menyadari, bahwa sebab beragam maka harus saling menghormati. Dan karena tak sama, maka harus saling bekerja sama.
Di tahun politik 2024 ini, bangsa Indonesia harus mampu memetik hikmah dari beragam peristiwa yang ada di berbagai belahan dunia. Diantaranya, konflik dan perang yang berkepanjangan di beberapa negara. Yang sebab itu, bukan hanya telah mencabik-cabik persatuan dan kesatuan, menghancurkan persaudaraan, tetapi juga membumihanguskan peradaban dan meluluhlantakkan karya pembangunan yang sudah dicapai bertahun-tahun lamanya.
Maka, setiap anak bangsa harus menyadari, bahwa hidup damai mesti menjadi cita-cita bersama. Hidup saling menghormati, menghargai, dan bekerja sama dalam keragaman dan perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Perbedaan pandangan dan gagasan selama masa kampanye, bahkan hingga saling memberi kritik tajam di antara para pasangan calon atau tim sukses dan pendukungnya adalah hal yang biasa. Sebuah kekayaan dan khazanah demokrasi yang wajar dan sehat. Yang penting setelah itu, semua pihak saling memaafkan dan kembali bersatu. Rantai sepeda boleh putus, tetapi silaturahmi tidak boleh putus, kata Presiden Jokowi suatu ketika.
Semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang turun temurun dari nenek moyang harus dijaga. Semboyan yang sejatinya menekankan pentingnya semangat menjaga persatuan di tengah perbedaan. Mengajarkan kepada seluruh anak bangsa, bahwa meskipun mereka tidak sama, namun mereka tetap sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Semboyan ini berfungsi memperkokoh tali persaudaraan kebangsaan dan kerja sama antarwarga negara dalam mencapai kemajuan bersama. Apa pun etnis, suku, warna kulit, bahasa, organisasi, partai, dan agamanya.
Sebagai harapan untuk kejayaan bangsa di masa depan, bangsa Indonesia juga agar senantiasa taat kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai bangsa yang berketuhanan dan menjunjung tinggi agama, sudah semestinya semua anak bangsa meyakini bahwa agama adalah jalan keselamatan dan kebahagiaan hakiki manusia. Agama menjadi sumber inspirasi dalam menata kehidupan setiap warga dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.











