Oleh Rindi Sartika (Ibu Rumah Tangga)
Sebagaimana kita ketahui setiap tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Dalam rangka memperingati Hari Kanker tersebut, Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna hadir di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan skrining kesehatan dan deteksi dini kanker serviks yang dilaksanakan di Aula Desa Kutawaringin Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung pada Senin (5/2/2024).
Diungkapkan Emma Dety pada Hari Kanker Serviks itu turut pula dilaksanakan sosialisasi atau pengenalan kepada masyarakat, apa itu kanker serviks.
Beliau berharap agar masyarakat bisa melakukan tes skrining secara dini, dan tidak takut untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Ia pun mengatakan kanker serviks menempati peringkat terbanyak kedua dalam kasus pada wanita. “Yang mana ada dua pilar pencegahan kanker serviks, yaitu pencegahan secara primer dengan adanya imunisasi vaksin HPV dan juga dengan pencegahan sekunder dengan deteksi dini kanker serviks,” tuturnya.
Kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di leher rahim dan membentuk tumor ganas.
Penyebab utamanya adalah Infeksi virus HPV (human papillomavirus). Yang salah satu bentuk penyebarannya yaitu melalui hubungan seksual.
Mengingat mulai tingginya angka penderita kanker serviks, upaya pencegahan dengan memberikan vaksinasi dan imunisasi tentu bisa saja kita apresiasi, namun itu tentu belum menjadi solusi yang solutif yang menyentuh asal permasalahan. Karena faktor utamanya sebenarnya adalah gaya hidup penuh kebebasan yang menjadi asas dari sistem sekularisme yang begitu memberikan ruang kebebasan akhirnya menciptakan pergaulan yang tidak sehat. Lemahnya aqidah dan buruknya akhlak para pemuda hari ini, dikarenakan tidak diterapkannya kurikulum pendidikan berbasis islam. Alhasil, ini menjadikan pergaulan bebas, LGBT, perzinaan menjadi hal yang lumrah dan diperbolehkan yang dimana tidak pernah ada sanksi tegas yang diberikan kepada para pelakunya. Padahal perilaku kebebasan yang sudah kebablasan seperti ini adalah gerbang utama penyebaran virus penyebab penyakit kanker serviks.
Bertolak dari sistem sekulerisme dengan segala bahayanya, lain hal dengan sistem Islam yang memiliki tata aturan unik yang sempurna. Aqidah nya begitu jelas mengatur urusan Habluminallah, habluminnas, dan habluminnafsy tentu akan mampu menjaga tata pergaulan serta gaya hidup menjadi lebih sehat dan terarah. Adanya rasa takut yang tinggi terhadap Allah SWT, akan dibuktikan lewat perbuatannya dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama di dalam pergaulannya. Mereka akan kuat dalam menjaga ketakwaan pada Alloh swt. Tentu menjaga pandangan, tidak berkhalwat dan ikhtilat, juga tidak melakukan perzinaan, menjadi keharusan.
Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra: 32).
Dalam ayat tersebut jelas, mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi sampai melakukannya.
Karena selain termasuk dosa besar, zina pun memberi dampak yang buruk bagi kesehatan. Dan islam akan memberikan sanksi dan menindak tegas siapa saja yang menjadi pelaku perzinahan. Maka, sudah saat nya kita kembali kepada aturan islam.
Dengan kebijakannya yang sempurna dalam mengatur segala aspek kehidupan, akan menjadikan generasi menjadi lebih gemilang, sehat raga dan jiwanya juga cemerlang akhlak dan akidahnya sehingga akhirnya layak mendapat predikat umat terbaik.
Wallahu alam bissawab











