Ragam

Warga Dusun Cariu Rayakan Agenda Tahunan Hajat Bumi

adminsigiku.com
×

Warga Dusun Cariu Rayakan Agenda Tahunan Hajat Bumi

Sebarkan artikel ini

Pewarta : A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Warga Fusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana menggelar Hajat Bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, Senin (22/07/2024).

Hadir dalam acara tersebut Mantan Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi, Kadisbudpora, Dadang Darmawan, para kepala desa se Kecamatan Sukadana dan tamu undangan lainnya.

Kadisbudpora Ciamis, Dadang Darmawan mengatakan, Hajat Bumi ini merupakan perayaan sujud Syukur warga Cariu ketika panen datang dan menghasilkan hasil bumi.

“Disini kita sebagai pemerintah akan mendukung selalu kegiatan Hajat Bumi, ini merupakan warisan para leluhur yang ada di Kabupaten Ciamis, bahkan tingkat nasional juga sudah mengakui keberadaannya, tinggal menunggu sertifikat atau piagam sebagai pengakuan resminya,” tandasnya.

Sementara Abah Muhtar, sesepuh Cariu mengatakan, hajat bumi mungkin dulunya ini merupakan satu kebutuhan untuk pemenuhan dalam kehidupan kemudian sekarang sudah ada payung hukumnya yaitu Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan diantaranya adalah pokok pikiran adat istiadat, artinya adalah suatu pekerjaan di suatu tempat yang dilaksanakan oleh masyarakat secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Hajat Bumi Cariu dalam bahasa Arab yang artinya memberi shodaqoh adalah suatu upaya untuk melestarikan yang pertama Bagaimana nilai-nilai budaya itu dijunjung tinggi sebagai tanda menghargai menghormati “panineungan” (Sunda), itu persembahan kepada leluhurnya kemudian terkandung maksud juga disamping memelihara nilai-nilai atau falsapiahnya juga hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial agar kesatuan gotong – royong tidak punah,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjutmya, dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini banyak hal yang dijadikan simbol atau siloka kata orang Sunda seperti sda ketupat tempat yang sudutnya 3,4.

“Banyak hal menggambarkan tentang yang berkaitan dengan hidup ini harus menyatu antara ucap, lampah dengan harus manunggal”, tandasnya.