OPINI/Artikel

Teori Dan Dogma

adminsigiku.com
×

Teori Dan Dogma

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Allah, Tuhan yang maha esa membelajarkan manusia dalam berbagai realitas. Termasuk belajar pada dogma dan teori. Teori dan dogma dua realitas yang bisa jadi bahan belajar bagi umat manusia.

Menurut KBBI, teori adalah pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi. Teori kebenarannya sementara, sebelum adanya teori baru yang lebih utuh dan diakui lebih baik.

Menurut KBBI, dogma adalah pokok ajaran (tentang kepercayaan dan sebagainya) yang harus diterima sebagai hal yang benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan. Dogma menolak dogma baru, apa pun narasinya.

Menurut Dr. Ryu Hasan, dogma itu identik cocokologi bila menemukan realitas yang tidak nyambung. Sementara teori dan science berdasar metodologi, rasiologi dan faktalogi.

Teori dan science sangat terbuka. Dogma sangat eklusif. Teori lama akan gugur dengan adanya teori baru. Sedangkan dogma “lama” tidak akan mengakui dogma dogma baru. Malah dianggap sesat dan harus dilenyapkan.

Penganut teori sangat membutuhkan teori teori baru yang lebih holistik. Penganut dogma dan pemuja ajaran pembawa dogma sangat menolak dogma baru dan tokoh baru. Tokoh baru pembawa dogma harus dilenyapkan.

Dogma dan tokoh pembawa dogma dari Tuhan dianggap sudah final dan tidak akan ada lagi tokoh baru dan dogma baru. Dalam science dan teori berlaku terbalik, sangat mengakui teori baru dan tokoh baru, sebagai pelengkap yang belum sempurna.

Teori tidak sempurna, sementara dan akan gugur oleh teori baru. Dogma itu sempurna dan tidak akan ada dogma baru yang lebih benar. Dogma tertutup, teori dan science terbuka. Ini lah realitas yang tak sama dan jadi bahan belajar kita semua.

Menarik dilihat, para penganut dogma dalam sebuah agama akan mengakui nabi nabi sebelumnya. Hal ini bagian dari akomodasi, sosialisasi dan meminimalisir resistensi ajaran atau dogma baru. Menjelaskan pula bahwa dogma baru lanjutan dan menyempurnakan dari nabi nabi sebelumnya.

Namun setiap penganut agama dengan dogma “lama” akan menolak nabi baru. Semua penganut agama lama akan menolak nabi baru dan dogma baru. Semua penganut dogma baru akan mengakui nabi lama dan sebagian dogma dogmanya.

Ini semua adalah bahan belajar kita. Faktanya ayat ayat Tuhan ada dua, qauliyah dan kauniyah, keduanya bahan belajar dan kode atau tanda dari_Nya.