Pewarta : Red
Kabupaten Bogor – Ratusan pesepeda mengikuti Gowes Napak Tilas Bogor sejauh 64 kilometer dari Pendopo Bupati Bogor di Cibinong menuju Pendopo Malasari, Kecamatan Nanggung, dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Kegiatan yang dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga upaya mengenalkan kembali sejarah perjuangan Kabupaten Bogor kepada masyarakat.
“Gowes ini bukan sekadar olahraga, tetapi perjalanan untuk menelusuri jejak sejarah Kabupaten Bogor,” ujar Ajat.
Rute perjalanan melintasi sejumlah titik, di antaranya Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Nanggung, sebelum berakhir di Pendopo Malasari. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai historis sebagai pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor saat Agresi Militer Belanda II pada 1948-1950.
Pada masa itu, pemerintahan Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Raden Ipik Gandamana berpindah ke Malasari untuk menghindari serangan Belanda, namun tetap menjalankan roda pemerintahan dari kawasan tersebut.
Selain mengenang sejarah perjuangan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi potensi wisata, budaya, dan keindahan alam Kabupaten Bogor, khususnya wilayah barat yang kini didukung akses infrastruktur yang semakin baik.
Pemkab Bogor berharap Gowes Napak Tilas dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah daerah sekaligus memperkuat rasa memiliki menjelang puncak peringatan Hari Jadi Bogor ke – 544 yang dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

