Pewarta : Ida
Kota Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan pembongkaran bangunan Perpustakaan Gasibu merupakan bagian dari proyek penataan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu agar lebih tertata, fungsional, nyaman, dan estetik.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, penataan mengusung konsep integrasi lanskap yang menyatukan halaman Gedung Sate dan kawasan Gasibu secara harmonis.
”Bangunan Perpustakaan Gasibu diadaptasikan dengan desain lanskap penataan Gasibu yang terintegrasi dengan halaman Gedung Sate. Hal tersebut dilakukan dalam rangka harmonisasi agar kawasan ini lebih fungsional, rapi, dan indah,” ujar Herman.
Menurutnya, seluruh proses telah dilaksanakan sesuai ketentuan, termasuk penyelesaian administrasi penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) sebelum pekerjaan dimulai.
Herman memastikan layanan literasi tetap dipertahankan melalui transformasi Perpustakaan Gasibu menjadi perpustakaan digital yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah.
Selain itu, Pemprov Jabar juga akan menyediakan layanan perpustakaan keliling bagi pengunjung yang ingin membaca buku fisik.
Pemprov menargetkan penataan kawasan Gedung Sate – Gasibu menghasilkan ruang publik yang aman, nyaman, inklusif, dan representatif sebagai ikon Jawa Barat, tanpa menghilangkan fungsi sosial, budaya, olahraga, maupun literasi.
Selama proyek berlangsung, masyarakat diimbau mengikuti rekayasa lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.













