Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Kabupaten Sumedang meneguhkan komitmennya untuk memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan generasi penerus yang berkarakter melalui Musyawarah Distrik (Musdis) XI AMS yang berlangsung di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang, Sabtu (12/9/2026).
Musdis XI mengusung tema “Ngalanglang Ngahudang Dangiang, Diasuh ku Pangaweruh, Diasah ku Kanyaah”. Tema tersebut menjadi refleksi semangat AMS untuk terus menggali nilai-nilai luhur budaya Sunda, memperluas wawasan kader, serta menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap masyarakat.
Forum musyawarah tidak hanya menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan AMS. Berbagai gagasan dan pandangan dihimpun untuk menentukan arah organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Dewan Pembina Pusat AMS, H. Taufiq Gunawanyah, S.IP, mengatakan regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Musyawarah ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah. Regenerasi adalah sebuah keniscayaan, tetapi regenerasi yang kita harapkan bukan hanya pergantian orang, melainkan lahirnya kader-kader yang memiliki wawasan, karakter dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Taufiq.
Ia menilai tema yang diangkat dalam Musdis XI memiliki pesan mendalam bagi proses pembentukan kader AMS.
“Diasuh ku pangaweruh, diasah ku kanyaah. Artinya, kader harus terus diasuh dengan pengetahuan dan diasah dengan kepedulian. Jangan sampai kita memiliki generasi yang pintar tetapi kehilangan rasa, atau memiliki semangat tetapi tidak dibekali wawasan,” katanya.

Sementara itu, Dewan Penasihat AMS Distrik Kabupaten Sumedang, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, S.M., yang akrab disapa Bunda Bilqis, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan antara nilai-nilai organisasi, budaya Sunda, dan kebutuhan generasi muda.
Menurut Bunda Bilqis, AMS memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda agar mampu berorganisasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
“Musyawarah ini bukan hanya tentang siapa yang akan memimpin, tetapi tentang bagaimana kita menyiapkan masa depan organisasi. Kader muda harus diberi ruang untuk belajar, berproses dan menyampaikan gagasan, namun tetap mendapatkan arahan dari para senior dan sesepuh organisasi,” tutur Bunda Bilqis.
Ia juga mengingatkan agar semangat regenerasi tidak membuat AMS tercerabut dari akar budaya dan nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan organisasi.
“Jati diri AMS harus tetap dijaga. Kita ingin anak-anak muda yang maju, terbuka terhadap perubahan dan mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki rasa cinta terhadap budaya, daerah dan masyarakatnya. Pengetahuan harus berjalan bersama kanyaah atau kasih sayang,” ungkapnya.
Bunda Bilqis berharap Musdis XI mampu melahirkan kepengurusan yang solid, komunikatif dan mampu menjawab kebutuhan organisasi maupun masyarakat Sumedang.
“Harapan saya, siapa pun yang mendapat amanah nantinya dapat merangkul semua unsur. Jangan membangun organisasi dengan sekat-sekat, tetapi dengan kebersamaan. AMS harus menjadi rumah bersama bagi kader untuk tumbuh dan memberikan pengabdian,” katanya.
Musdis XI AMS Kabupaten Sumedang pun diharapkan menjadi pijakan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempercepat regenerasi kader, serta memperluas kontribusi AMS dalam bidang sosial kemasyarakatan, kebudayaan, kepemudaan dan pembangunan daerah.













