Pewarta : Ida
Kota Bandung — Ketua MPR RI Ahmad Muzani meresmikan kembali Mess MPR RI di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). Bangunan cagar budaya tersebut kembali difungsikan setelah menjalani pemulihan pascakebakaran dan kerusuhan.
Muzani mengatakan pemulihan Mess MPR RI tidak sekadar mengembalikan fungsi bangunan sebagai fasilitas kelembagaan. Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari warisan arsitektur Kota Bandung.
Menurutnya, proses pemugaran dilakukan dengan ketentuan khusus karena bangunan berstatus cagar budaya. Material dan metode pengerjaan harus disesuaikan agar karakter bangunan tetap terjaga.
“Karena ini adalah cagar budaya, renovasinya tidak bisa dilakukan sembarang. Ada material tertentu yang harus disesuaikan dengan kebutuhan material cagar budaya,” ujar Muzani saat peresmian.
Pemprov Jabar Sempat Siap Bantu
Muzani mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak awal turut memberikan perhatian terhadap pemulihan Mess MPR RI setelah bangunan tersebut terdampak kebakaran.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kata dia, bahkan sempat menyatakan kesiapan Pemprov Jabar membantu renovasi apabila MPR terkendala anggaran.
“Ketika itu saya ingat betul, Pak Gubernur bertindak cepat untuk segera memulihkan mess ini. Bahkan waktu itu mengatakan kepada kami, Ketua MPR, kalau MPR tidak punya anggaran, biar Pemprov yang akan melakukan renovasi,” katanya.
Setelah itu, Muzani berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Proses pemulihan kemudian ditangani pemerintah melalui kementerian tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan pemugaran bangunan cagar budaya.
Muzani juga mengapresiasi dukungan Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Cipta Karya Provinsi Jawa Barat dalam menyelesaikan pemugaran.
Dikembalikan Mendekati Bentuk Asli
Muzani menyebut proses pemugaran berjalan lancar dan mampu mengembalikan karakter bangunan mendekati bentuk aslinya.
“Saya sempat meninjau dalam proses renovasi ini. Tidak ada hambatan, tidak ada masalah. Dan tadi saya berbisik dengan Pak Taufik dan Pak Gubernur, wisma ini sekarang begitu kembali kepada aslinya seperti tahun 1930, memang indah sekali,” tuturnya.
Selain menunjang aktivitas internal MPR, Muzani berharap Mess MPR dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan, termasuk penyerapan aspirasi masyarakat.
“Nantinya gedung ini bisa dimanfaatkan bagi proses kegiatan kemasyarakatan, penyerapan aspirasi MPR terhadap masyarakat dan kegiatan-kegiatan MPR sendiri,” ujarnya.
Bagian dari Warisan Arsitektur Bandung
Muzani menilai keberadaan Mess MPR memiliki nilai strategis karena lokasinya relatif mudah dijangkau dari Jakarta. Fasilitas tersebut dapat mendukung kegiatan kelembagaan sekaligus memperluas interaksi MPR dengan masyarakat di Jawa Barat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga bangunan heritage yang menjadi bagian dari identitas Kota Bandung.
“Inilah Kota Bandung yang banyak dipenuhi banyak bangunan heritage. Kalau ke Bandung itu semuanya indah, bangunannya indah, udaranya indah,” kata Muzani.
Muzani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemulihan Mess MPR RI, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kebudayaan, Pemprov Jawa Barat hingga jajaran MPR RI.
“Mudah-mudahan gedung ini bisa memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi perkembangan ketatanegaraan kita,” pungkasnya.













