Pewarta : Heri Kusnadi
Kab. Ogan Ilir – Kondisi bangunan dan keterbatasan ruang belajar menjadi persoalan yang dihadapi SD Negeri 21 Tanjung Raja, yang berada di Desa Talang Balai Lama, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Sekolah tersebut saat ini hanya memiliki satu bangunan dengan tiga ruang belajar. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar harus menampung enam rombongan belajar (rombel), mulai dari kelas I hingga kelas VI.
Seorang tenaga pengajar SDN 21 Tanjung Raja mengatakan, keterbatasan ruang tersebut membuat tiga ruang yang tersedia harus digunakan untuk enam rombel.
“Ketiga ruang tersebut dibagi menjadi enam rombel. Jadi, satu ruang harus dipetak menjadi dua bagian untuk menampung dua rombel,” ujarnya, Jum’at (2/10/2026).
Menurut dia, selain keterbatasan ruang, kondisi fisik bangunan sekolah juga memerlukan perhatian. Sejumlah bagian bangunan disebut telah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang kondisinya mulai keropos dan lapuk.
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat suasana belajar siswa menjadi kurang nyaman karena ruang belajar yang digunakan juga relatif sempit.
“Kondisi bangunan sudah tidak layak, ditambah ruang belajar yang sempit. Kondisi ini membuat siswa merasa kurang nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi SDN 21 Tanjung Raja, khususnya terkait perbaikan bangunan dan penambahan fasilitas ruang belajar.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan kondisi bangunan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di tempat yang layak dan nyaman,” harapnya.
Murid Disebut Berkurang
Tenaga pengajar tersebut juga menyebut jumlah murid SDN 21 Tanjung Raja mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah siswa yang bersekolah di SDN 21 Tanjung Raja masih cukup banyak. Namun, kondisi bangunan dan keterbatasan ruang belajar disebut menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian orang tua memilih menyekolahkan anaknya di sekolah lain.
” Dulu murid yang belajar di sini cukup banyak. Sejak kondisi bangunan tidak layak dan ruang belajar sempit, banyak siswa yang kemudian belajar di sekolah lain,” ujarnya.
Namun, informasi mengenai jumlah murid saat ini maupun jumlah siswa yang berpindah sekolah belum diperoleh secara rinci.
Hingga berita ini ditulis, Kepala SDN 21 Tanjung Raja belum dapat dimintai keterangan mengenai kondisi bangunan, jumlah siswa, maupun kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
Konfirmasi juga masih diupayakan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir untuk mendapatkan penjelasan mengenai kondisi SDN 21 Tanjung Raja, termasuk rencana perbaikan bangunan dan pemenuhan kebutuhan ruang belajar.













