Ekonomi & Bisnis

Rp. 257,5 Juta Dana Zakat Mengalir ke Sumedang, Tanjungmedar Disiapkan Jadi Lumbung Pangan

adminsigiku.com
×

Rp. 257,5 Juta Dana Zakat Mengalir ke Sumedang, Tanjungmedar Disiapkan Jadi Lumbung Pangan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Gervan

Kab. Sumedang – Dana zakat kini tak hanya diarahkan untuk membantu kebutuhan sosial masyarakat, tetapi juga didorong menjadi modal pemberdayaan ekonomi. Di Kabupaten Sumedang, BAZNAS RI menggelontorkan bantuan stimulan sebesar Rp. 257,5 juta untuk pengembangan Program Lumbung Pangan berbasis budidaya jagung.

Program tersebut resmi diluncurkan di Gedung BAZNAS Kabupaten Sumedang, Kecamatan Tanjungmedar, Jumat (2/10/2026). Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto hadir mewakili Ketua BAZNAS RI sekaligus memimpin peluncuran program.

Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani penerima manfaat untuk mendukung pengembangan budidaya tanaman jagung.

Sumedang pun diproyeksikan menjadi salah satu sentra produktif baru dalam pengembangan Program Lumbung Pangan BAZNAS, setelah sebelumnya program serupa dikembangkan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Di Tanjungmedar, program ini menyasar lahan produktif seluas 50 hektare yang tersebar di Desa Cikaramas, Sukamukti, Karyamukti dan Tanjungmedar.

Sebanyak 50 petani lokal yang tergabung dalam kelompok tani terpadu akan menjadi penggerak utama. Penanaman serentak direncanakan dilakukan seiring datangnya musim penghujan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas menyebut program tersebut bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak dan sedekah.

Menurutnya, keberhasilan program akan menjadi bagian penting dari upaya membuktikan bahwa dana umat dapat dikelola secara produktif, transparan dan memberikan manfaat ekonomi nyata.

BAZNAS Sumedang juga memastikan program akan dikawal dari hulu hingga hilir melalui pendampingan, pengawasan serta evaluasi berkala.

Dengan pola tersebut, lumbung pangan diharapkan bukan hanya menghasilkan jagung, tetapi juga melahirkan petani yang semakin mandiri dan produktif.