Ragam

Herwin Muchtar Pimpin KADIN Kota Bandung 2026 – 2031, Bidik Lapangan Kerja dan Pemulihan Pariwisata

adminsigiku.com
×

Herwin Muchtar Pimpin KADIN Kota Bandung 2026 – 2031, Bidik Lapangan Kerja dan Pemulihan Pariwisata

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Herwin Muchtar terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung periode 2026 – 2031 melalui kesepakatan dalam Musyawarah Kota (Mukota) IX KADIN Kota Bandung di The Papandayan Hotel, Jumat (9/10/2026).

Herwin akan memimpin organisasi dunia usaha tersebut di tengah tantangan penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan pemulihan sektor jasa serta pariwisata yang dinilainya belum sepenuhnya pulih.

Pemilihan berlangsung melalui musyawarah setelah tiga kandidat yang sebelumnya mengikuti proses pencalonan sepakat memberikan dukungan kepada satu nama. Herwin menegaskan, kesepakatan tersebut bukan berarti dua kandidat lainnya mengundurkan diri, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memajukan KADIN Kota Bandung.

“Awalnya ada tiga kandidat, tetapi kami bermufakat bahwa yang maju hanya satu orang. Jadi, tidak ada yang mundur. Kami maju bersama untuk KADIN Kota Bandung yang lebih baik,” kata Herwin.

Prioritaskan Lapangan Kerja dan Investasi

Herwin menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu prioritas kepemimpinannya. Menurut dia, KADIN memiliki posisi strategis untuk memperluas kesempatan kerja melalui kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi bisnis, dan pemerintah daerah.

“KADIN merupakan induk dunia usaha yang terdiri atas berbagai asosiasi. Kami akan mengoptimalkan kolaborasi untuk membuka lapangan kerja seluas – luasnya,” ujarnya.

Selain memperluas kesempatan kerja, Herwin berencana mendorong investasi dan mempercepat transformasi digital di kalangan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Namun, Herwin belum memaparkan target kuantitatif investasi maupun jumlah lapangan kerja yang ingin diwujudkan selama lima tahun kepemimpinannya.

Pariwisata Dinilai Belum Pulih Sepenuhnya

Persoalan lain yang menjadi perhatian Herwin adalah kondisi sektor jasa dan pariwisata Kota Bandung. Pengusaha perhotelan itu menilai industri tersebut masih menghadapi dampak pandemi COVID – 19, meskipun aktivitas usaha telah kembali berjalan.

“Kalau mau jujur, sejak COVID – 19 dunia jasa dan pariwisata benar – benar berjuang. Kalau ada yang mengatakan sudah pulih, menurut saya kita belum sepenuhnya pulih,” katanya.

Herwin juga menyoroti konektivitas udara sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Bandung. Ia menaruh perhatian pada rencana pembukaan kembali penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, termasuk rute internasional dari Singapura dan Kuala Lumpur yang dijadwalkan pada Oktober 2026.

Menurutnya, peningkatan konektivitas berpotensi memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah. Sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas wisatawan.

Meski demikian, ia menilai peningkatan kunjungan perlu diimbangi dengan kualitas pelayanan dan daya saing pelaku usaha lokal agar dampak ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.

Kepengurusan Ditargetkan Rampung dalam 30 Hari

Usai terpilih, Herwin bersama tim formatur akan menyusun kepengurusan KADIN Kota Bandung periode 2026–2031. Tim formatur tersebut terdiri atas Herwin Muchtar, Iwa Gartiwa, Ibrahim Imaduddin Islam, M. Firaldi Akbar, dan R. Heryanto.

Penyusunan kepengurusan ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari sesuai ketentuan KADIN Jawa Barat. Herwin menyatakan akan berupaya mengakomodasi berbagai elemen dunia usaha agar organisasi dapat menjalankan perannya secara lebih luas.

“Kami akan berusaha mengakomodasi seluruh elemen dunia usaha,” ujarnya.

Kepemimpinan baru KADIN Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpelaku usaha dan pemerintah, terutama dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, serta menggerakkan kembali sektor jasa dan pariwisata yang menjadi bagian penting perekonomian Kota Bandung.