Pewarta : Fadhel
Kota Sukabumi – Forum Kota Sehat (FKS) Kota Sukabumi mencatat capaian indikator tatanan pertama, yakni kehidupan masyarakat sehat mandiri, sebesar 96,55 persen. Pemenuhan indikator tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Pokja IV TP-PKK, dan Forum Kelurahan Sehat di Kantor Dinkes Kota Sukabumi, Senin (12/10/2026).
Ketua Tatanan 1 FKS Kota Sukabumi, Asep Rahmat, mengatakan sejumlah aspek masih menjadi fokus perbaikan, meliputi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan, pengelolaan air minum dan sampah rumah tangga, serta pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui gerakan 3M Plus.
Ketua FKS Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program Kota Sehat berjalan terpadu dan berdampak langsung terhadap perubahan perilaku masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menekankan pentingnya akurasi data kesehatan sebagai dasar evaluasi dan penentuan intervensi. Dari 28 indikator tatanan pertama yang telah diunggah ke portal evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tiga indikator telah dinyatakan terverifikasi.
Untuk mempercepat verifikasi seluruh indikator, diperlukan penguatan koordinasi, tindak lanjut perbaikan data, serta komitmen seluruh pihak terkait.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pemenuhan indikator Kota Sehat sekaligus memperkuat penerapan pola hidup sehat dan kemandirian masyarakat di Kota Sukabumi.













