Pewarta : Kevin
Kab. Sumedang – Ada gagasan lebih besar di balik langkah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, SM atau Bunda Bilqis, membenahi gedung sekretariat partai.
Bagi Bunda Bilqis, Gedung DPD Golkar Kabupaten Sumedang bukan hanya tempat berkumpulnya para kader. Ia ingin gedung tersebut menjadi “Rumah Pangbalikan”, rumah yang terbuka, hidup dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Gagasan itu mulai diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih dan persiapan renovasi gedung yang dilakukan selama dua hari. Pada Rabu (14/10/2026), Bunda Bilqis bersama jajaran kembali turun langsung untuk melihat kondisi bangunan sekaligus menghitung kebutuhan renovasi.
“Ya, hari ini hari kedua. Sebenarnya hari pertamanya bersih-bersih kemarin. Hari ini kita bersih-bersih yang kedua sekaligus menghitung kebutuhan apa saja yang akan segera kita persiapkan untuk merenovasi gedung ini,” ujar Bunda Bilqis.
Ia menyebut kondisi bangunan saat ini memang membutuhkan pembenahan. Terlebih, musim hujan segera tiba sementara terdapat sejumlah bagian gedung yang mengalami kebocoran.
Karena itu, menurut Bunda Bilqis, pembenahan tidak bisa hanya berhenti pada kegiatan membersihkan ruangan. Bagian bangunan yang mengalami kerusakan juga harus segera diperbaiki.
“Kita menghadapi musim hujan, ini sudah bocor-bocor. Kalau kita hanya bersih-bersih dan beres-beres, tapi di atasnya bocor, tentu percuma,” tuturnya.
Untuk menghitung kebutuhan renovasi secara lebih matang, Bunda Bilqis juga telah berdiskusi dengan Ari Budiman yang memiliki latar belakang arsitektur. Perhitungan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan bagian mana yang harus diprioritaskan.
Namun, target akhirnya bukan sekadar membuat Gedung DPD Golkar terlihat lebih layak.
Bunda Bilqis memiliki visi agar gedung tersebut nantinya dapat berkembang menjadi gedung serbaguna yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sumedang.
“Harapannya gedung ini bukan hanya menjadi Gedung DPD Golkar Sumedang saja, tetapi bisa menjadi gedung serbaguna yang bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.
Gagasan tersebut sekaligus menandai arah baru kepemimpinan Bunda Bilqis. Membenahi rumah organisasi, membuka ruang kebersamaan, kemudian menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan demikian, istilah “Rumah Pangbalikan” yang digaungkan Bunda Bilqis tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diupayakan menjadi ruang nyata untuk berkumpul, berkolaborasi dan memberikan manfaat bagi Sumedang.













