Pewarta : Anis
Kota Depok – Suara anak-anak Depok menggema di Gedung Baleka 2 lantai 10, Kamis (15/10/2026). Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Depok 2026, Forum Anak Kota Depok menyodorkan sederet usulan tajam untuk pembangunan Kota Depok yang lebih ramah anak di tahun 2027.
Hasil Musrenbang Anak ini nantinya akan dibawa sebagai masukan resmi dalam Musrenbang Kota Depok 2027, sehingga aspirasi mereka tidak sekadar menjadi catatan, tapi benar-benar jadi pertimbangan kebijakan Pemerintah Kota Depok.
Ketua Forum Anak Kota Depok, Dame Naruli Pratama Nasution, mengungkapkan ada lima klaster besar yang menjadi fokus pembahasan.
Lima klaster itu mencakup hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang serta budaya, hingga perlindungan khusus.
Beberapa usulan konkret pun muncul. Di bidang administrasi, Forum Anak meminta Disdukcapil memperluas layanan jemput bola agar anak-anak mudah mendapatkan dokumen kependudukan. Di sektor pendidikan, mereka mendesak setiap sekolah membuka saluran pengaduan internal terkait layanan dan fasilitas, agar siswa bisa melapor tanpa takut.
“Beberapa aspirasi yang kami sampaikan, seperti memperluas layanan jemput bola Disdukcapil dan membuka saluran pengaduan internal sekolah. Itu penting agar suara siswa didengar,” ujar Dame.
Tak hanya soal fisik, Forum Anak juga menyoroti dunia digital. Mereka meminta Pemkot lebih serius melindungi anak dari ancaman di ruang online, mulai dari perundungan daring, penyebaran data pribadi, penipuan, hingga paparan konten negatif yang merusak mental anak.
Isu sosial juga tak luput. Forum Anak mengusulkan penanganan anak jalanan, anak punk, dan anak yang mengamen di Depok dengan pendekatan humanis, penuh kasih sayang, dan tetap mengedepankan hak anak, bukan dengan kekerasan.
“Kami juga mendorong agar setiap anak di Depok dijamin layanan kesehatannya, gizinya cukup, lingkungan bersih dan sehat, serta pemerataan fasilitas untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak,” tambahnya.
Dame berharap, apa yang sudah dirumuskan anak-anak hari ini benar-benar diwujudkan. Karena pembangunan bukan hanya soal orang dewasa, tapi juga tentang masa depan anak-anak.
“Besar harapan kami, apa yang kami bahas hari ini bisa diulas kembali di Musrenbang Kota tahun depan dan tuntutan kami bisa terpenuhi. Ini perjuangan dari anak, oleh anak, dan untuk anak,” tandasnya.













