Hukum & Kriminal

Viral Tawuran Bersenjata Tajam di Cianjur, 32 Pelajar Diamankan Polisi

adminsigiku.com
×

Viral Tawuran Bersenjata Tajam di Cianjur, 32 Pelajar Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini

Foto Ilustrasi : Tawuran Pelajar

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur – Sebanyak 32 pelajar diamankan Polsek Cibeber setelah terlibat dugaan aksi tawuran menggunakan senjata tajam jenis celurit di Jalan Raya Cibeber – Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Aksi tersebut viral di media sosial dan kini ditindaklanjuti melalui koordinasi kepolisian, sekolah, serta unsur pemerintah setempat.

Dari total pelajar yang diamankan, 15 orang berasal dari Kecamatan Campaka, sedangkan 17 lainnya dari Kecamatan Cibeber. Mereka rata-rata berusia 14 hingga 17 tahun.

Kapolsek Cibeber Kompol Tio mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan sekolah – sekolah terkait untuk mengumpulkan para pelajar yang diduga terlibat.

“Setelah viral di media sosial terkait tawuran antarpelajar di wilayah kami, kami telah berupaya berkoordinasi dengan semua pihak, Forkopimcam, termasuk pihak sekolah yang terlibat. Kami berhasil mengumpulkan atau membawa anak – anak tersebut ke Polsek Cibeber,” kata Tio, Minggu (18/10/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, aksi tersebut diduga telah direncanakan melalui media sosial. Para pelajar disebut awalnya sepakat menggelar sparing atau adu tanding menggunakan sabuk. Namun, rencana tersebut berubah menjadi aksi berbahaya setelah diketahui adanya pelajar yang membawa senjata tajam.

“Betul, mereka janjian untuk kegiatan ini secara direncanakan melalui media sosial. Awalnya mereka hanya ingin sparing menggunakan sabuk, tetapi di luar dugaan ada salah satu atau beberapa anak yang membawa senjata tajam,” ujar Tio.

Dalam kejadian tersebut, sejumlah pelajar dilaporkan mengalami luka – luka. Meski demikian, polisi menyebut luka yang dialami tergolong ringan dan kondisi para korban dilaporkan sehat.

Polisi Libatkan Sekolah dan Keluarga

Sebagai tindak lanjut, Polsek Cibeber bersama Forkopimcam dan pihak sekolah akan melakukan pembinaan terhadap para pelajar yang terlibat. Langkah ini juga diarahkan untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.

Koordinasi lintas sektor dilakukan guna memperkuat pengawasan terhadap aktivitas siswa, termasuk penggunaan media sosial yang diduga menjadi sarana untuk mengatur pertemuan antarkelompok pelajar.

Polisi menilai keterlibatan orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan masyarakat diperlukan untuk mengawasi pergaulan remaja serta mengantisipasi ajakan tawuran yang beredar di dunia maya.

Penanganan kasus ini menjadi perhatian bersama, mengingat para pelajar yang diamankan masih berusia remaja. Upaya pembinaan dan pengawasan diharapkan dapat mencegah keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan sekaligus menjaga keamanan di wilayah Cibeber dan Campaka.