Ekonomi & Bisnis

Wali Kota Sukabumi Lepas 45 PMI, Siap Bekerja ke Jepang dan Turki

adminsigiku.com
×

Wali Kota Sukabumi Lepas 45 PMI, Siap Bekerja ke Jepang dan Turki

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fadhel

Kota Sukabumi – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melepas 45 Pekerja Migran Indonesia (PMI) lulusan Pasim Go Migrant Center dalam apel pagi di Balai Kota Sukabumi, Senin (19/10/2026). Program tersebut diapresiasi karena dinilai turut membantu menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi.

Direktur Akademik Pasim Go Migrant Center, Jajat Sudrajat, menjelaskan bahwa para PMI yang dilepas akan bekerja di sejumlah negara tujuan, di antaranya Jepang dan Turki.

“Sebanyak 25 orang akan bekerja di Jepang dan 15 orang berkarier di Turki,” ujar Jajat.

Sementara itu, Ayep Zaki menyampaikan apresiasi kepada Pasim Go Migrant Center atas kontribusinya dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program penempatan PMI ke luar negeri.

Menurut Ayep, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu Pemerintah Kota Sukabumi mengurangi angka pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi warga.

Ketua Yayasan Pasim, Wati Purnaningrum, mengatakan para peserta yang diberangkatkan memperoleh kontrak kerja awal selama dua tahun. Mereka menggunakan visa kerja dengan masa berlaku lima tahun, sehingga perpanjangan kontrak dapat dilakukan sesuai ketentuan dan keinginan masing-masing pekerja.

“Kontrak itu per dua tahun. Mereka berangkat dengan visa kerja lima tahun, jadi setelah dua tahun mereka bisa diperpanjang sesuai keinginan masing-masing,” jelas Wati saat diwawancarai seusai pelepasan.

Ia menambahkan, Pasim Go Migrant Center saat ini juga tengah memproses keberangkatan 93 PMI lainnya.

Sebelum diberangkatkan, para peserta telah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama empat hingga enam bulan. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan ujian untuk menentukan penempatan kerja.

Wati menjelaskan, pihaknya juga menyediakan skema pembiayaan berupa dana talangan untuk membantu peserta yang ingin bekerja ke luar negeri, tetapi terkendala biaya pendidikan dan pemberangkatan.

Melalui skema tersebut, peserta dapat mengikuti pendidikan dan proses keberangkatan terlebih dahulu, kemudian membayar biaya secara bertahap setelah memperoleh penghasilan dari pekerjaan mereka.

“Kami memberikan banyak peluang bagi anak-anak untuk pendidikan dan pemberangkatan yang kita talangi dulu, dengan slogan no success no pay. Mereka akan mencicil biaya pendidikan dan pemberangkatan setelah bekerja,” tandasnya.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja di luar negeri sekaligus mendukung upaya penurunan pengangguran di Kota Sukabumi.