Ragam

Revitalisasi Taman Teuku Umar Bandung Berubah, Skatepark Diganti Ruang Komunal

adminsigiku.com
×

Revitalisasi Taman Teuku Umar Bandung Berubah, Skatepark Diganti Ruang Komunal

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung mengubah desain revitalisasi Taman Teuku Umar atau Taman Fitness setelah menyerap aspirasi warga yang mengkhawatirkan dampak kebisingan dari fasilitas skatepark.

Area seluas 30 persen yang semula dialokasikan untuk skatepark kini dialihkan menjadi ruang komunal (communal space) dan area duduk (sitting area) sebagai tempat berkumpul masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, mengatakan perubahan desain tersebut dilakukan melalui mekanisme contract change order (CCO), tanpa mengubah pagu anggaran revitalisasi sebesar Rp. 3,1 miliar.

“Pagunya tetap sih, karena CCO tuh dimaksimalkan 10 persen. Oleh karena itu tetap pada kondisi perencanaan awal sih, tidak ada yang berubah, mengikuti aturan saja,” kata Luthfi saat ditemui di Taman Fitness, Jumat (6/11/2026).

Menurut Luthfi, desain baru taman akan dibuat lebih tertata dengan mengadopsi konsep Taman Supratman. Sejumlah fasilitas disiapkan, mulai dari area duduk, jogging track, hingga wahana permainan anak.

Selain itu, aspirasi warga terkait peningkatan fasilitas olahraga, khususnya peralatan fitness, juga akan diakomodasi.

“Lebih bagus, jadi ada beberapa wahana tuh, yang pertama kaya Supratman lah. Ada sitting area atau tempat duduk, ada jogging track, ada tempat permainan anak. Walaupun tadi teh ada aspirasi dari warga tuh tempat olahraganya ditambahin fitness – nya dibetulin,” ujarnya.

Sementara itu, fasilitas olahraga yang tetap menjadi bagian utama revitalisasi adalah lapangan mini soccer dengan luas hampir 45 persen dari total kawasan taman. Lapangan tersebut akan menggunakan rumput sintetis agar lebih nyaman digunakan masyarakat.

“Kalau mini soccer mah besar, hampir 45 persen. Memang dominan mini soccer di sini. Jadi saya sekali lagi meluruskan bahwa sepak bola tetap ada, lebih bagus fasilitasnya dibandingkan sebelumnya, malah ada rumput sintetis,” jelasnya.

DPKP juga akan melakukan perbaikan peralatan fitness secara bertahap serta membenahi sistem penerangan taman yang sebelumnya mengalami gangguan.

Dari sisi pengelolaan, jumlah petugas kebersihan dan pemeliharaan taman direncanakan bertambah dua kali lipat, dari sebelumnya lima orang menjadi 10 orang.

Luthfi menyebut revitalisasi diperlukan karena kondisi infrastruktur Taman Teuku Umar sudah mengalami penurunan. Penataan terakhir dilakukan pada 2016, sementara warga sekitar juga menyampaikan keluhan terkait kebersihan lingkungan.

“Revitalisasi Taman Teuku Umar itu kan sudah lama. Terakhir kan 2016, jadi memang kondisinya sangat mengkhawatirkan dari sisi infrastruktur teh. Warga sekitar komplain juga soal masalah kebersihan,” katanya.

Skatepark Dipusatkan di Bawah Flyover Pasupati

Meski fasilitas skatepark tidak lagi masuk dalam desain revitalisasi Taman Teuku Umar, Pemkot Bandung tetap berencana menyediakan ruang khusus bagi komunitas skateboard.

Pemkot akan mengonsentrasikan fasilitas tersebut di kawasan bawah Flyover Pasupati. Lokasi itu dinilai lebih sesuai karena tingkat kebisingan di sekitarnya relatif tinggi sehingga aktivitas bermain skateboard diharapkan tidak mengganggu kenyamanan permukiman warga.

Luthfi mengatakan komunitas skateboard Kota Bandung memiliki potensi dan prestasi yang