Ragam

RPJMD Kabupaten Garut, Anggota DPC GMNI Garut beri Pandangan

adminsigiku.com
×

RPJMD Kabupaten Garut, Anggota DPC GMNI Garut beri Pandangan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut – Perubahan RPJMD Kabupaten Garut sudah dibahas pada Kamis (28/1/2021) di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Bupati Garut, Rudi Gunawan menyatakan RPJMD dengan tema Rascue dan Recovery ini menyesuaikan dengan RPJMN, dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, ada Indeks pembangunan manusia (IPM), dan program unggulan seperti pembangunan GOR dan Lingkar cipanas yang menjadi focus dan diperkuat oleh Wakil Ketua DPRD, Muhammad Romli yang mengatakan bahwa saat-saat seperti ini momentum strategis, seperti dikutip dari laman resmi dara.co.id.

Hal ini mendapatkan reaksi dari GMNI Garut salah satunya Bendahara Umum DPC GMNI Garut, Farhan Fauzi Adnan. Dia menilai ada hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah yaitu terkait dengan bencana.

“Kalau Rescue dan Recovery saya akui memang sangat penting dan harus menjadi prioritas, tetapi kita juga harus memperhatikan potensi bencana di Kabupaten Garut, karena menurut saya potensi bencana di Garut itu sangat tinggi,” ucapnya, Minggu (31/1/2021).

Bencana tersebut salah satunya longsor, ada beberapa daerah yang mengalami bencana ini seperti di Talegong dan lain-lain ini cuaca dan situasi sangat berbahaya bagi masyarakat.

“Bencana memang sulit di prediksi tetapi pemerintah bisa memaksimalkan upaya pencegahan, karena ini terkait dengan keselamatan masyarakat, jadi dalam kondisi apapun tidak boleh diabaikan jangan sampe setelah kejadian baru di perhatikan,” ucapnya.

Menurut dia, pembangunan GOR sebaiknya ditunda dulu, karena ada hal yang lebih urgent apalagi pembangunan seperti itu juga tidak kunjung selesai, dan banyak permasalahan.

“Jangan sampai ini di politisasi oleh wakil Ketua DPRD, dibilang momentum yang tepatlah, strategis lah, itu hanya kepentingan,” tandasnya.

Dikatakan, potensi bencana juga harus menjadi prioritas pemerintah, karena bencana hidrometeorologi masih mendominasi, “Ada 236 kejadian di tanah air sejak 1 Januari, itu data dari BNPB jadi sangat urgent permasalan bencana ini,” ujar Farhan.

Ketika ditanya mengenai IPM Garut, Farhan menyatakan keprihatinannya karena menurun, 0,01, “Ya tentunya saya sangat prihatin dengan kondisi ini, kebetulan saya juga kuliahnya di Pendidikan, kita di GmnI juga tidak bisa berbuat banyak, ruang gerak kita sekarang terbatas, kita hanya bisa memaksimalkan media untuk melakukan edukasi, karena itu tugas GmnI sebagai organisasi yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam membantu pemerintah, khususnya Kabupaten Garut,” katanya.

Terkait hal ini, pihaknya mengaku ingin berdiskusi dengan Dinas Pendidikan Garut dan beberapa stakeholder yang berkaitan denga IPM, tetapi situasinya sangat sulit, pungkasnya.