Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi sebagai salah satu anak perusahaan SCG menggelar pelatihan kewirausahaan bagi 17 UMKM terpilih di 5 desa, dimana di tahun ini, tidak hanya dukungan dalam segi pendanaan untuk pengembangan usaha, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi turut melakukan pembinaan dan pendampingan yang intensif melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.
Pada pelatihan kewirausahaan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pembuatan business plan dalam menjalankan usaha serta bagaimana para pelaku usaha dapat membuat catatan keuangan yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar para peserta dapat mengembangkan usahanya secara efektif dan efisien yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di 5 desa, sebagai salah satu bagian dari program ekonomi produktif perusahaan di tahun 2021.
Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil mengatakan, di masa pandemi Covid-19, bukan hal yang mudah untuk bertahan dalam bisnis.
“Kami harap melalui pembinaan program ekonomi produktif ini dapat menjadi motivasi dan sarana bagi para pelaku usaha untuk dapat bertahan dan lebih baik lagi dalam mengembangkan usahanya. SCG ingin menjadi bagian dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan produktif melalui pengembangan program ekonomi produktif di 5 desa di sekitar wilayah operasional kami,” ujarnya.
Diungkapkan, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi telah mendukung lebih dari 50 UMKM di 5 desa sebagai salah satu implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat dalam bidang ekonomi produktif sejak tahun 2019.
Dalam kegiatan kali ini, peserta pelatihan kewirausahaan tidak hanya mendapatkan pendanaan untuk pengembangan bisnis namun pembinaan serta pendampingan dari instansi terkait yang disesuaikan dengan bidang usaha seperti Dinas Perindustrian dan ESDM, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.
H.Yana,S.P.,M.Si Kepala Bidang Industri Agro Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi menyebutkan, Pola pembinaan CSR SCG dengan melibatkan dinas diharapkan bisa direplikasi oleh pelaku industri lainnya agar ada keberlanjutan antara dana CSR dengan APBD.
“Kami juga menghimbau bagi para pelaku industri yang memperoleh bantuan dana CSR serta belum memiliki perizinan diharapkan untuk menghubungi DPESDM sehingga kami dapat membantu dalam proses perizinan tanpa biaya,” katanya.
Sementara Drs.Aam Amar Halim,M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi mengapresiasi kontribusi SCG dalam pengembangan program ekonomi kreatif di Kab.Sukabumi khususnya.
“Kami menyadari bahwa peningkatan ekonomi menjadi pondasi penting demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Kami mengapresiasi kontribusi SCG yang dalam pengembangan program ekonomi produktif ini. Kami berharap Program Pemberdayaan Masyarakat ini dapat terus berlangsung dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
