Pewarta : Fitri
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut – Bertempat di Hotel Paneka di kawasan wisata Pantai Sayang Heulang, Sabtu (10/4/2021). komunitas wartawan yang tergabung dalam Gabungan Wartawan Nekat (GAWAT) kembali gelar kopdar yang ke IV bertepatan dengan menjelang bulan Ramadhan, kegiatan yang berlangsung dua hari yang di hadiri kurang lebih 40 wartawan dari berbagai media baik cetak maupun electronik.
Acara berjalan khidmat, sederhana dan penuh kekeluargaan serta menghasil beberapa rekomendasi program kerja organisasi yang akan di laksanakan ke depan. Satu hal yang penting dalam kopdar ke-IV GAWAT kali ini menghasil kepengurusan organisasi.
Ketua GAWAT terpilih Heru Machio ketika di wawancari sejumlah awak media menyampaikan kopdar di GAWAT itu sudah menjadi kegiatan rutin organisasinya.
“Kopdar kali ini mempunyai arti yang sangat penting karena di bentuknya kepengurusan organisasi karena desakan dari anggota dan berbagai kalangan yang bersimpati terhadap existensi kegiatan gawat selama ini, mereka mendorong GAWAT jadikan lembaga pormal saja menjadi sebuah organisasi tempat berkumpul nya para kuli tinta yang mempunya persamaan nasib tidak hanya sekedar group WA saja untuk tujuan bisa berkiprah lebih banyak demi kemajuan anggota dan kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Dikatakannya, memilih tempat Kopdar di obyek wisata Sayang Heulang bukan suatu hal yang kebetulan tapi ini permintaan dari anggota GAWAT yang ada di Garut Selatan.
“Kita juga berkomitmen untuk kemajuan pariwisata Garut,” ungkap Heru.
Hal senada juga di sampai oleh sektetaris GAWAT Garut, Agus Lukman. “Alhamdulilah telah terbentuk kepengurusan yang di hasilkan dari musyawarah yang demokratis dan dalam waktu dekat akan segera di akta notariskan dan kemenkumham lalu di daftar di Kesbangpol Kabupaten Garut,” ucapnya.
Agus menambahkan jadikanlah GAWAT sebagai sebuah wadah yang positif bagi para wartawan dalam mengemban tugas jurnalistik sesuai UU Pers.
Di lain pihak perwakilan wartawan Garsel dan juga sekaligus Kabiro media Pewaris Padjajaran, Ade Banteng merasa gembira dengan adanya wadah wartawan seperti GAWAT yang bisa menaungi kepentingan-kepentingan para wartawan yang tak jarang di lapangan mengalami perlakuan-perlakuan yang tidak adil, intimidasi sampai dengan kekerasan fisik.
“Semoga dengan adanya GAWAT, hal-hal seperti itu bisa di minimalisir karena hakekat wartawan mengemban tugas mulia menyampaikan informasi kepada publik dengan kebenaran fakta di lapangan,” tegasnya.
