Sesibuk Apa Engkau? Hingga Ramadhan Berlalu Begitu Saja

0
171

Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat banyak. Namun ada tiga keutamaan yang sangat besar yang mesti kita ketahui dan pahami bersama.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam :

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Muttafaqun’alaih)

Para ulama menjelaskan maksud hadits diatas, diantaranya ;

Hadits ini menggunakan redaksi “khobar” atau berita namun didalam hadits ini ada tuntutan bagi para pendengarnya. Allah Ta’ala dengan kecintaan-Nya memberikan berbagai macam kebaikan-kebaikan untuk hamba-Nya, Allah Ta’ala inginkan hamba-Nya selamat dan memperoleh kebahagiaan dengan datangnya Ramadhan.
Maka tuntutan yang pasti bagi seorang hamba ialah dengan menyambutnya dengan suka cita dan dengan amal-amal shalih terbaik.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menyampaikan tiga keutamaan Ramadhan, yang para ulama jelaskan bahwa ketiga point ini merupakan sebesar-besar keutamaan diantara sekian banyak keutamaan Ramadhan.
Diantaranya :

1. Allah Ta’ala buka pintu-pintu Surga

Maksudnya adalah :

▪️Allah Ta’ala berikan promo besar – besaran dengan mempermudah peluang seorang hamba untuk berbuat kebaikan-kebaikan.

▪️Orang yang meninggal di bulan Ramadhan, dalam keadaan beriman maka ia akan masuk surga.

2. Allah Ta’ala tutup pintu-pintu neraka

Maksudnya adalah ;
Allah Ta’ala menutup celah-celah kemaksiatan.

3. Syaitan dibelenggu

Maksudnya adalah :
Allah Ta’ala lemahkan serangan atau tipu daya setan. Karena pada hakikatnya setan menyerang manusia melalui aliran darah, sehingga dengan shaum Ramadhan aliran darah manusia menjadi stabil dan  tipu daya setan pun menjadi lemah.

Oleh karena itu, Ramadhan ini mestinya dijadikan ajang evaluasi keimanan, karena memang Ramadhan ini sangat erat kaitannya dengan keimanan, yang sifatnya abstrak (tersembunyi). Baik dari segi pahala, atau dampak positif lainnya yang kembali pada pelakunya.

Sementara umunya manusia lebih mengutamakan hal-hal yang terlihat didunia ketimbang apa yang Allah janjikan diakhirat.

Allah Ta’ala berfirman ;

يَعْلَمُونَ ظَـٰهِرًۭا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ

Mereka hanya mengetahui yang tampak (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai (QS.Ar Rum : 7)

Maka peran penting iman yang didasari ilmu sangatlah besar untuk menembus kerasnya hati seseorang yang sulit merespon seruan – seruan kebaikan dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Maka sejauh mana seseorang konsentrasi dalam beramal shalih diramadhan, maka sejauh itu pula lah keimanan yg ada pada dirinya.

Dan sebaliknya, jika dibulan ramadhan seseorang terhalang dari beramal shalih, tidak tercegah dari perbuatan maksiat, serta masih terbawa dengan bujuk rayu setan,
Maka tak terbayang keadaan dirinya ketika berada di luar Ramadhan. Dan itulah bukti rapuhnya keimanan yang ada pada dirinya. Sehingga jangan harap di luar Ramadhan amal ibadahnya bisa berkualitas.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda ;

مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ…

Siapa saja yang terhalangi dari (bramal shalih di Ramadhan), sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan (HR. Ibnu Majah)

Maka jangan sia-siakan hari-hari Ramadhan yang sangat singkat ini, dan sibuklah pada perkara yang semestinya kita sibuk.

Semoga bermanfaat.
Wallohu’alam.

Sumber: Faidah kajian Ustadz Ruslan Gunawan حفظه الله

Penyusun : Sufyan As Syujaa’i