Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Kabupaten Bandung)-, Majelis Taklim Syubbaanul’uluum mengadakan program i’tikaf di 10 malam terakhir bulan ramadhan. Acara berlangsung dan terbuka untuk umum di Masjid Mujahidin, Jl Raya Gandasari Katapang. Hadir dalam rangkaian kegiatan pembina Majelis Taklim Syubbaanul’uluum, Ustadz Ruslan Gunawan S.Ag sebagai penceramah.
Pada kesempatan kajian malam mengisi ramadhan dibahas secara khusus tentang hikmah itikaf. Didalam kitab Lathaiful Maarif Ibnu Rajab Al Hanbali menyampaikan dahulu para sahabat nabi dan orang-orang sholeh. Mereka mandi, memakai wangi-wangian, memakai baju terbaik dan meluruskan niat untuk itikaf di Masjid Jam’i dalam rangka menghidupkan malam-malam ramadhannya. Jelas Ustadz Ruslan mengawali cermahnya dihadapan para peserta Itikaf
Itikaf ini melatih hambanya memutuskan hubungan dengan sesama mahluk dan fokus pada beribadah kepada Alloh. Ibadah itikaf ini merupakan ibadah khusus yang waktu datang setiap tahunnya dijelaskan kurang lebih 10 riwayat. Sehingga ibadah itifaf disepakati para ulama merupakan ibadah yang besar. Maka sudah semestinya para Dewan Kemakmuran Masjid mengahadirkan program terbaikan untuk menyambut malam-malam terakhir dibulan ramadhan. Dengan harapan meraih lailatul qodri / malam bernilai pahala ibadah selama seribu bulan.
Melalui ibadah itikaf ini diharapkan kita terselamatkan dengan senantiasa menyerahkan diri, jiwa, hati dan jasad total ibadah kepada Alloh. Kebutuhan kita terhadap Alloh itu lebih utama dari pada ketergantungan kita kepada mahluk. Maka dengan itikaf ini menjadi momen kita mendekatkan diri kepada Alloh secara khusus. Hal ini juga dilaksanakan Nabi disaat dihidupnya, dan pada ahir ramadhan, Nabi sempat itikaf selama 20 hari.
Malam-malam terakhir bulan ramadhan ini diistimewakan oleh Alloh dan Nabi. Maka patut dipertanyakan keimanan dan perjuangan ketakwaan kita, jika kita tidak dapat memaksimalkan amal pada malam ramadhan ini. Ramadhan ini bulan yang secara khusus dengan berbagai kebaikannya mengantarkan hambanya meraih ketakwaan. Ada riwayat yang menjelaskan barang siapa yang terhalang kebaikan-kebaikan ramadhan, maka akan terhalang kebaikan-kebaikan setelahnya.
Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Adapun serangkaian acara yang di agendakan Syubbaanul’uluum, diantaranya ;
- Kajian sesi pertama :
pukul 21.00 – 11.00 - Infirodi (menyendiri bersama Alloh) :
Pukul 11.00 – 01.00 - Ta’lim sesei kedua :
Pukul 01.00 – 02.00 - Qiyamu Romadhon :
Pukul 02.00 – 03.00 - Persiapan Sahur :
Pukul 03.30 s/d selesai - Sholat Subuh :
Pukul 04.00 – 04.45 - Tahsin Al-Quran :
Pukul 05.00 – 06.00 - Sholat Syuruq :
Pukul 06.00 – 06.30
Insyaa Allah disediakan hidangan berbuka puasa dan sahur bagi para peserta i’tikaf oleh panitia itikaf dewan kemakmuran masjid.
