Liputan Khusus

Sadar Bahaya Pandemi Jalur Mudik Priangan Jabar-Jeteng Makin Sepi

adminsigiku.com
×

Sadar Bahaya Pandemi Jalur Mudik Priangan Jabar-Jeteng Makin Sepi

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Tim liputan media cetak dan online koran SINAR PAGI secara khusus memantau Jalur mudik priangan Jabar-Jateng, berkaitan dengan larangan mudik tahun 2021 dimasa pandemi. Dalam pantau dari jalur mudik dari Bandung Jabar ke Wilayah Banyumas Jateng. Terlihat lebih sepi pemudik pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini menjadi bukti larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat berhasil menekan angka jumlah pemudik.

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com di jalur mudik. Kapolres Garut AKBP Benny Cahyono,S.H.,S.I.K.,M.Si., beserta PJU Polres, terlihat melakukan pengecekan Pos Penyekatan Ops Ketupat Lodaya 2021 di beberapa titik / Pos Penyekatan Wilkum Polres Garut, Senin (10/05/2021. pukul 22.00 Wib

Hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polres, Kompol Andrey Valentino,S.IK., Kabag Ren AKBP Budiman,SH., Kabag Ops, Kompol Apri Rahman,SE., Kabag Sumda Kompol Iwan Setiawan,SH., Kasat Lantas AKP Karyaman, Kasat Intelkam AKP Tito Bintoro,SH.,M.Si, Kasat Reskrim AKP M Devi Parsawan,S.H.,S.IK, Kasat Narkoba AKP Maolana,S.H, Kasat Sabhara Polres Garut AKP Yudiono,S.Sos.,M.M, Kanit Regident IPTU Trias Karso Y, S.Tr.K, Kanit Laka IPDA Prio SembodoS.Ip, Kasie Propam IPDA Sona R Amus, S.IP.,M.M. serta seluruh personil gabungan yang berjumlah 25 orang.

Adapun Rangkaian Kegiatan Pengecekan tersebut, Kasi Humas Polres Garut IPDA H Muslih Hidayat,SH menyampaikan bahwa Pukul 22.20 Wib bertempat di Pos Pam mesjid Al Muna, Kec.Cilawu, Kab.Garut yang merupakan akses perbatasan dengan Kab. Tasikmalaya dilakukan Penyekatan Ops Ketupat Lodaya 2021 oleh personil gabungan di bawah kendali Kapolsek Cilawu, Kompol Deden Mulyana,S.H.,M.H. dan Padal Pos penyekatan Cilawu Ipda Undang KS, tutur Ipda Muslih.

Selanjutnya, Pukul 23.25 Wib rombongan bergerak menuju Pos Pam Kadungora Kec. Kadungora Kab. Garut diterima langsung oleh Kapolsek Kadungora Kompol Jajang Rahmat,S.Sos,M.Si berikut padal Pos penyekatan, Pos kadunggora merupakan pintu gerbang masuk ke kota garut yang berdampingan dengan Kab. Bandung, ucapnya.

Setelah itu, pada Pukul 00.05 Wib pengecekan dilanjutkan di Pos Pam GTC “Garut Trade Centre” Kec.Limbangan, Kab.Garut dan Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Kapolsek Limbangan Kompol Uus Susilo,SH beserta Padal Pos penyekatan, tandas H Muslih.

Ipda Muslih pun menambahkan bahwa Maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk mengecek kesiapsiagaan anggota petugas jaga serta sarana prasarana penunjang kegiatan anggota dalam rangka Penyekatan Arus Mudik Tahun 2021, jelasnya.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penyekatan Mobilisasi Arus Mudik yang Memasuki Wilayah Kab. Garut sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga melaksanakan instruksi presiden RI untuk tidak Mudik pada Parayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Terkait kebijakan pemerintah tentang larangan mudik, Kepala Kepolisian Resor Banjar, AKBP Melda Yanny mengatakan pihaknya telah menyiapkan 2 pos pam penyekatan yakni pos pam Cijolang perbatasan Jabar-Jateng dan Pos Pam Tanjung Sukur Jalan Raya Pangandaran.

“Ya, petugas hingga malam disiap siagakan bertugas di pos pam penyekatan larangan mudik, Kami sudah melaksanakan penyekatan dan beberapa kendaraan Kami Putar Balikan ke arah asal,” pungkas Kapolres.

Disisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali melakukan pengecekan di posko-posko penyekatan pemudik. Setelah kemarin memantau posko penyekatan jalur tol, Ganjar berlanjut memantau di jalur-jalur nontol.

Titik yang didatangi Ganjar adalah posko penyekatan di Jembatan Timbang Ajibarang Banyumas. Didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein, Ganjar ikut memantau peroses pengecekan setiap kendaraan yang masuk ke lokasi itu.

Saat proses pengecekan, Ganjar memerintahkan petugas untuk tidak hanya fokus pada kendaraan kecil pengangkut orang. Dia meminta sejumlah truk pengangkut barang ditepikan untuk diperiksa muatannya. “Itu truk juga tolong diperiksa, jangan-jangan dalamnya bawa orang,” kata Ganjar pada petugas.

Beberapa truk kemudian ditepikan ke dalam jembatan timbang untuk diperiksa. Truk boks muatan paket maupun truk muatan barang bertutup terpal semua diperiksa muatannya. Sopir diminta turun dan membuka bak muatannya.

Ganjar bahkan ikut memeriksa truk-truk itu. Saat salah satu truk bertutup terpal diberhentikan, sopir diminta membuka muatannya. “Ini isinya beras pak, bukan orang,” kata sopir tersebut.

Tak percaya begitu saja, Ganjar meminta sopir membuka bak truk yang ditutup terpal itu. Setelah terbuka, Ganjar langsung memanjat bak truk tersebut dan melihat bagian dalam. “Halo, ada orang di dalam,” teriaknya.

Setelah dipastikan tidak ada orang, Ganjar kemudian turun. Ia mengucapkan terima kasih kepada sopir dan mempersilakan melanjutkan perjalanan.

 Gubernur mengatakan, modus truk muatan barang digunakan untuk mengangkut penumpang sudah terjadi. Ia meminta petugas melakukan pengecekan agar hal itu bisa diantisipasi. “Kita ngecek saja, karena beberapa kemarin itu ada modus, truk barang tapi isinya orang. Jangan sampai terjadi seperti itu, karena itu membahayakan, maka saya minta dicek,” ucapnya.

 Dari sampling pengecekan terhadap truk di tempat itu, Ganjar mengatakan, semuanya tertib. Muatan yang ada di bak truk benar-benar barang dan bukan orang.

 “Maka saya sampaikan terima kasih pada masyarakat, karena tertib semuanya. Syaratnya komplet, truknya tidak bawa orang di baknya, jadi tertib. Mudah-mudahan ini terus bisa dilakukan, sehingga partisipasi ini akan membantu buat kita,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pihaknya ketat dalam mengantisipasi pemudik. Selain penyekatan, para pemudik yang nekat pulang ke Banyumas langsung dikarantina di tempat khusus. “Sekarang sudah ada beberapa pemudik yang kami karantina agar menjadi pembelajaran buat semua,” katanya.