Oleh : Dr.Dudung Nurullah Koswara,M.Pd
(Praktisi Pendidikan)
Menyambut bulan Agustus bagi bangsa Indonesia adalah menyambut bulan merdeka dan ritual kemerdekaan. Tentu bagi bangsa Indonesia yang punya rasa optimisme dan nasionalisme Agustus itu bulan heroik. Optimisme, nasionalisme mestinya kuat melekat dalam jiwa-jiwa bangsa Indonesia terutama di bulan Agustus.
Agustus adalah nama bulan, nama waktu, nama momentum kebangsaan rakyat Indonesia. Merdeka adalah satu diksi yang menjelaskan hak asasi manusia. Semua manusia tak bisa lepas dari waktu dan hak asasi terkait kemerdekaan. Manusia hakikatnya merdeka.
Tuhan saja tidak memaksa, mengintimidasi dan mendiskriminasi manusia. Apalagi sesama manusia harus saling memerdekakan. Manusia merdeka adalah manusia yang memungkinkan bertumbuh lebih waras dari manusia tak merdeka.
Kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan hak semua umat manusia. Di momen Agustus spirit kemerdekaan dan tindak yang memerdekakan itu mesti dikuatkan lagi. Secara pribadi, kita harus memerdekakan diri dari segala hal negatif. Hal-hal negatif, mental destruktif dalam diri, tanggalkan, tinggalkan.
Bagi keluarga, bagi profesi dan sebagai warga negara segala hal yang memerdekakan wajib diusahkan. Bahkan dalam dunia pendidikan kita saat ini, istilah merdeka begitu populer. Merdeka Belajar begitu kuat memberi ruh pada dunia pendidikan kita. Pendidikan sejatinya memerdekakan bukan mengeksploitasi.
Semoga di bulan Agustus ini banyak orang yang bisa lebih merdeka. Move on dari jelimet problematika hidup yang kadang tak selesai-selesai. Sejumlah tantangan hidup, tugas pekerjaan, cita-cita dan harapan yang tertunda bisa digas pool di bulan Agustus. Agustus adalah bulan gas pool yang memerdekakan.
Kemerdekaan, suasana merdeka, mental merdeka dan segala hal yang menguatkan kemerdekaan akan semakin membuat seseorang semakin lepas bertumbuh. Capacity building seseorang akan jauh lebih naik bila hal-hal merdeka Ia dapatkan. Kemerdekaan itu sangat penting dan asasi.
Dahoeloe kemerdekaan itu identik dengan lepasnya bangsa kita dari kolonialisme dan imperialisme asing. Kini tidak lagi terkait imperialisme dan kolonialisme bangsa asing. Melainkan “imperialisme dan kolonialisme” yang bertransformasi dalam bentuk baru. Misal sikap mental kita yang “terjajah” karena malas dan jauh dari disiplin. Bangsa merdeka hanya lahir dari pribadi-pribadi merdeka.
Mari kita sambut bulan Agustus sebagai bulan merdeka. Mari kita lebih “heroik” dalam menaklukan tantangan, menyelesaikan tugas yang belum selesai-selesai dan mimpi yang tertunda. Bangsa kita cukup sabar menunggu hadirnya kemerdekaan selama 350 tahun. Derita, sengsara, jiwa raga dan banyak hal dikorbankan demi kemerdekaan.
Agustus bulan ini harus spesial. Bulan Agustus tahun 2021 adalah spesial. Sebaiknya setiap bulan Agustus selalu ada yang spesial terkait kemerdekaan diri atas segala sesuatu. Tugas belajar, tugas bekerja, tugas berprestasi dan tugas mulia lainnya harus membaik di bulan kemerdekaan, bulan Agustus.
Agustus tahun 2021 yang angka awal 2 di tahun 2021 adalah simbol dua hal utama dalam hidup yakni: 1) pentingnya iman pada Allah dan 2) pentingnya memberi manfaat pada sesama. Sedangkan angka 1 di akhir angka tahun adalah akhir hidup kita hanya untuk yang maha satu, yakni yang maha Esa. Allah yang maha memiliki semuanya.
Orang yang pikiran, perkataan dan tidakannya positif adalah orang merdeka. Bahasa pramuka mengatakan “Suci Dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan”. Dalam bahasa dunia pramuka pun ada spirit, “Di Sini Senang, Di Sana Senang, Dimana-mana Hati Ku Senang”. Orang merdeka itu berspirit positif dan senang dimana pun.
Semoga Allah yang maha kasih “memerdekakan” kita semua sebenar-benarnya merdeka. Terutama saat ini ada “imperialisme” global, yakni wabah Covid-19. Semoga bangsa kita dan diri kita bisa “merdeka” melintasi masa sulit dan tantangan wabah Covid-19. Spirit Agustus, spirit merdeka dan spirit kebebasan. Merdeka !
