Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Upaya menggapai target 50% capaian vaksinasi diakhir Tahun 2021, terus digenjot Pemerintah Kab.Sukabumi dengan menerapkan berbagai langkah, salah satunya dengan menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk turun langsung kelapangan memonitoring pelaksanaan vaksinasi, demi mensukseskan percepatan pencapaian vaksinasi.
Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Sukabumi, di Kecamatan Parakansalak, Kab.Sukabumi, Selasa (09/11/2021).
“Pemkab.Sukabumi akan terus mengoptimalkan percepatan dan pencapain Vaksinasi hingga 50 persen,” ucapnya saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan vaksinasi di SMK Yapan Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak.
Dikatakan, meskipun ada beberapa orang yang tidak bisa melaksanakan vaksinasi karena saat melakukan screening kondisi tubuhnya kurang sehat, secara keseluruhan kegiatan vaksinasi tersebut berjalan dengan lancar, ungkap H.Iyos.
Dalam kesempatan tersebut H.Iyos menyampaikan apresiasi untuk capaian vaksinasi di Desa Sukatani sudah menembus 61%.
“Ini hal yang menggembirakan, mudah – mudahan bisa lebih meningkat nanti pencapaiannya,” ujarnya.
Disebutkan, capaian vaksinasi di Kecamatan Parakansalak yang terus meningkat, sangat membantu Pemkab.Sukabumi mengupgrade capaian Kabupaten Sukabumi untuk target 50%.
“Berdasarkan data di Desa Sukatani, persentasinya 40% dan di Parakansalak sudah 50% persentase,” ungkap Iyos lagi.
Secara keseluruhan, kata Wabup, vaksinasi di Kabupaten Sukabumi saat ini sudah mencapai 43% dan itu masih menempatkan Kab.Sukabumi di level 3.
“Saya berharap Kabupaten Sukabumi bisa segera mencapai target 50% vaksinasi di akhir Tahun 2021 ini dan turun jadi level 1,” ujarnya.
Berkaitan dengan hal itu, Ia mengimbau warga masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi agar mengajak dan mendorong warga yang lain untuk turut mensukseskan dan mengikuti pelaksanaan vaksinasi.
Untuk diketahui, jumlah vaksin yang digunakan dalam kegiatan vaksinasi di Desa Sukatani, Kec.Parakansalak ini sebanyak 500 dosis vaksin yang diperuntukan bagi Siswa Siswi SD, SMP dan SMK dan masyarakat umum.
