Ribuan Massa Berunjuk Rasa Tuntut Bupati dan Wakil Bupati Garut Mundur Dari Jabatannya

0

Pewarta : Agus Lukman

Kabupaten Garut – Aksi pengulingan Bupati dan Wakil Bupati Garut dari beberapa element aktivis dan Mahasiswa serta LSM berlangsung kemarin 24/12/2021 sekitar 1.000 an masa berkumpul di titik simpang lima Kabupten Garut.

Berbagai persoalan dianggat oleh Aliansi yang dinamakan D’Ragam (Dekrit Rakyat Garut Mengugat) Isu pembiaran kerusakan lingkungan yang sudah dilaporkan ke Kementerian LH dan KPK menjadj Menarik untuk disimak ditengah bencana banjir bandang yang menimpa Kecamatan Sukawening dan Karang tengah.

Namun yang tidak kalah menarik adalah isu Pendirian Rumah Sakit Medina yang publik Garut tahu bahwa RS Medina tersebut adalah milik Bupati Garut bahkan dicita citakan olehnya sebelum Jadi Bupati Garut yang berada di daerah Kecamatan Wanaraja. Kabupaten Garut.

RS Medina yang baru saja berdiri di bebeapa bulan lalu sekarang mulai di usik dan ditelisik oleh beberapa kalangan salah satunya adalah element D Ragam tersebut.

Penunjukan RS Medina sebagai Rujukan Rumah Sakit Covid19 diduga sarat dengan kepentingan KKN (Kolusi Korupsi Dan Nepotisme) hal tersebut diperkuat dengan adanya bukti Fisik MoU Penunjukan RS Medina oleh Bupati Garut yang ditanda tangani oleh anak Bupati Garut yaitu DG yang tertera sebagai direktur utama RS Medina.

Hal tersebut diungkapkan Kordinator D Ragam Ganda Permana (Ketua LSM GMBI Distrik Garut).

“Dugaan Korupsi dana Covid19 itu bermula dari penunjukan RS Medina sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid19 dengan MoUnya sangat jelas unsur Kolusinya serta Nepotisme Anak dan Bapak Menandangani MoU bersama dalam urusan Covid19 filenya ada dikami dan dokumenya sudah kita laporkan ke KPK,” ujar Ganda.

Sementara itu aksi pengulingan Bupati dan Wakil Bupati Garut tersebut diwarnai aksi teatrikal ” Pengucuran Darah Demonstran” sebagai bentuk protes atas sikap Bupati dan Wakil Bupati Garut yang dianggap gagal dalam memimpin Garut serta membiarkan kerusakan lingkungan terjadi dimana – mana di Kabupaten Garut yang dapat menyebabkan bencana di Kabupaten Garut, Ketua LSM PMPRI Garut yang melakukan aksi teatrikal tersebut.