Pemkab.Sukabumi Bahas Strategi Stabilisasi Harga Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah

0

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Sebagai upaya stabilisasi harga pasar terhadap beberapa kebutuhan pokok penting yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pemkab Sukabumi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Rapat Pembahasan strategi lintas sektor tentang Pengendalian Inflasi Daerah.

Rapat pembahasan dilaksanakan di Aula Dinas Koperasi dan UKM di Cibolang Cicantayan, Senin (24/1/2022). Hadir dalam Rapat tersebut Assda I, Assda 2, Kadis Koperasi dan UKM, Subdrive Bulog Cianjur serta Perwakilan Perangkat Daerah.

Kabid Perdagangan memaparkan bahwa Harga Minyak Goreng Ritel 14.000/Liter sementara Harga Minyak Curah di pasar tradisional diberikan tenggang waktu satu Minggu untuk menyesuaikan harga.

“Saat ini kita terus melakukan monitoring di pasar dan yang terjadi saat ini panic Buying. padahal ketersediaan dan harga barang cukup stabil, karena itu perlu mengambil langkah strategis sebagai solusi persoalan tersebut” jelasnya.

Menurutnya kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng namun juga barang pokok lain seperti telur dan Gas, karena itu perlu adanya pengawasan, dengan memperhatikan masyarakat yang tidak bisa menjangkau toko Retail.

Sementara itu Perwakilan pelaku pasar menyebutkan bahwa harga jual minyak goreng relatif tinggi merupakan stok lama ketika saat itu nilai beli juga tinggi. Terkait stok beras dan gula pasir, Subdrive Bulog menjelaskan beras relatif stabil berada dikisaran 1500 ton dan Gula Pasir 45 ton.

Untuk operasi pasar sebagai strategi stabilisasi harga, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H.Akhmad Riyadi mengatakan perlu dibahas secara komprehensif mengenai operasi Pasar dan target sasarannya, sambil menunggu surat dari Kementerian Perekonomian.