Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Kota Bandung)-, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi, mengatakan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) dan Pergub Komite Sekolah, sebelum pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 akan ke luar.
Hal tersebut untuk menjawab pertanyaan masyarakat pendidikan di Jabar, termasuk awak media selama ini, mengenai Pergub Komite Sekolah, sebagai payung hukum satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB mengenai sumbangan dari orangtua siswa.
“Kalau BOPD penggunaan anggaran iuran dan larangan sekolah memungut, dan Pergub Komite Sekolah terkait organisasi pendidikan di sekolah, tapi di situ ada pasal sumbangan, karena rujukan Permendikbudnya ada,” kata Dedi, usai kegiatan peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022, tingkat Provinsi Jawa Barat, di Kantor Disdik Jabar, Jum’at (13/5/2022) pagi.
“Saat ini (Pergubnya) sedang proses, insya Allah selesai sebelum tahun ajaran baru 2022/2023,” imbuhya.
Dalam kesempatan itu Dedi pun menjelaskan mengenai persiapan PPDB 2022/2023 jenjang SMA, SMK SLB Negeri, Disdik Jabar akan terus menyosialisakannya agar tidak ada kendala.
Di samping itu kepada awak media menjelaskan mengenai sudah berjalannya pembelajaran tatap muka 100 persen serta diijinkannya study tour dan diadakannya kegiatan perpisahan sekolah.
“Saya sampaikan ke Pak Wagub bahwa terkait study tour, perpisahan sekolah dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi daerah, saya membatasi ke satuan pendidikan agar kegiatan itu dilakukan khusus di wilayah Jabar,” kata Dedi.
Dedi juga menghimbau kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), agar pada saat study tour anak sekolah, harga dibedakan dengan harga untuk masyarakat.
Begitu juga dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, berharap apabila ada sekolah yang study tour dikawal (kalau memang tidak tahu arah ke tempat wisata), hal tersebut untuk kenyamanan siswa sekolah.
Himbauan itu berkaca kepada DIY Yogyakarta, siswa yang study tour ke sana mendapatkan pengawalan, dan harga khusus dari pengelola hotel maupun wisata.
“Semoga hal itu dilakukan juga di Jabar,” harap Dedi.
Dalam kesempatan yang sama UU Ruzhanul Ulum yang menjadi pembina upacara Hardiknas tingkat Jabar, mengapresiasi Disdik Jabar dengan dibukanya keleluasan kembali aktivitas pendidikan, pasca pandemi.
“Ini merupakan anugerah dan berita gembira bagi masyarakat Jabar, yang selama dua tahun tidak boleh study tour, berkumpul, belajar daring dengan istilah PTM terbatas, dan lainnya. Sehingga dengan keleluasaan ini, hal yang menyangkut pembatasan akan hilang,” kata UU.
“Maka saya berharap momentum ini dijadikan kebaikan dan lebih semangat lagi belajar, dan para guru untuk semangat lagi memberikan pendidikan yang terbaik,” imbuhnya.
Lanjutnya momentum Hardiknas 2022 ini, untuk lebih baik lagi menuntut ilmu di sekolah, karena kata UU, belajar adalah salah satu ilmu untuk mengejar kebaikan di dunia dan di akhirat.
“Kalau masalah kontrol di sekolah, kami punya pejabat dan orang di setiap tingkatan wilayah, ada KCD, MKKS, pengawas, insya Allah insan pendidikan itu networknya luar biasa, saya yakini satu satunya jaringan yang kuat adalah insan pendidikan,” kata UU.
“Makanya di dunia politik suka ada anggapan, kuasai lingkungan pendidikan maka pilkada menang, kan begitu,” timpal UU memprediksi kedepan.
Pada kegiatan Hardiknas ini juga, UU menjelaskan mengenai Pemprov Jabar yang akan memberikan penghargaan bagi Kepala SMK yang akan diikut sertakan study banding ke Jepang.
“Saya ditugaskan oleh Gubernur untuk mengajak kepala sekolah berprestasi, sebagai bentuk penghormatan, dan juga mudah-mudahan menjadi motivasi bagi kepala sekolah yang lain, untuk berdedikasi dalam menjalankan tugasnya,” kata UU.
Masih kata UU, nanti yang diajak ke Jepang, pemenang sayembara. Proses seleksinya ada di Disdik.
(Sumber: Liputan Khusus Hari Pendidikan Nasional 2022 bersama Forum Wartawan Pendidikan Jabar )
