Keterangan Photo: Ilustrasi
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, (Kota Tasikmalaya),- Kasus Jebolnya Kredit Fiktif Bank CIJ kian meluas, bahkan kini terkuak dimana pihak CV atau perusahaan yang merasa dituduh menerima kredit mulai angkat bicara.
Dari tiga perusahaan yang dituding menerima uang kredit Salah satu perusahaan yang sementara ini enggan disebutkan dulu jati diri dan perusahaan nya kepada koran Sinar Pagi, Jumat (15/7/2022) mengaku, jika dirinya merasa di dzolimi oleh pihak Bank CIJ termasuk oknum ASN inisial D Kota Tasikmalaya, yang menurutnya seolah seolah dirinya menerima uang kredit dan paket pekerjaan yang diduga fiktif.
Sumber perusahaan ini bahkan menceritakan kronologis awal muasal dirinya ditawari pekerjaan paket hingga uang pinjaman kredit dari Bank CIJ.
Sekitar bulan Juli 2021, dirinya didatangi oknum ASN berinisial D yang bertugas di bagian pembangunan Setda kota Tasikmalaya. Dalam pembicaraan tersebut, masih kata sumber tadi, dirinya ditawari beberapa paket pekerjaan yang katanya sudah ada paket paket pekerjaan yang dijanjikan.
Bahkan untuk meyakinkan sumber perusahaan ini, dirinya dikenalkan dengan seseorang ASN berinisial A yang katanya bekerja di ULP Pokja propinsi yang membidangi pekerjaan pekerjaan paket di Tasikmalaya.
Singkat cerita, oknum D kembali datang ke kantor perusahaan tersebut dengan membawa beberapa SPK (Surat Perintah Kerja) dengan beberapa titik pekerjaan di Kecamatan Indihiang dan dilingkungan Setda Kota.
Namun oknum D mengatakan, jika spk spk tadi akan dijamin kan ke Bank CIJ sebagai jaminan kelayakan pekerjaan.
anehnya, masih kata sumber, begitu pencairan, dirinya sama sekali tidak pernah menarik uang tersebut dari rekening perusahaan pribadinya.
Bahkan ketika didesak wartawan, apakah dirinya menerima uang pencairan kredit tersebut. Sumber ini enggan menjawab, namun diakhir pembicaraan dirinya sempat berujar.
“Nanti saja pak kronologisnya akan saya utarakan secara gamblang, tapi saat ini belum saatnya,” ucap sumber tadi sambil pergi meninggalkan wartawan.
Terpisah, Uus Firman,SE., Pengamat kebijakan yang juga Aktivis Jaringan Nurani Masyarakat mengaku prihatin dengan kecerobohan serta lemahnya pengawasan manajemen bank CIJ yang terkesan asal asalan memuluskan pencairan kredit yang diduga fiktif.
Bahkan Uus menilai jika masalah ini bagi Bank CIJ sendiri bisa jadi bom waktu yang setiap saat akan meledak, dari beberapa para krediturnya, seperti para perusahaan yang dituding tersangkut kedalam aliran dana kredit fiktif tadi.
“Jika diamati dari rentetan modus operandi aliran dana kredit fiktif ini, disinyalir kuat ada oknum orang dalam Bank CIJ sendiri termasuk oknum ASN Pemkot Tasikmalaya yang sudah merencanakan rencana jahat ini. Bisa jadi para rekanan CV yang dijadikan tumbalnya,” kata Ketua JANUR.
Namun Uus tidak ingin berspekulasi, siapa yang salah siapa yang tidak, tinggal tunggu saja proses ending penyelidikannya di Kejaksaan nanti.
“Yang jelas pihak penyidik dari kejaksaan kini harus tegas dan berani. Proses dan dan tindak tegas oknum oknum pegawai Bank CIJ yang terlibat serta oknum ASN Kota Tasik, terutama harus bisa mengungkap pelaku utama dibalik semua ini, karena jika diperhatikan dari rentetan modus ini, seakan sudah direncanakan secara masif, struktur dan terorganisir,” pungkas Uus.
