5 Desa Di Wilayah Citorek Berpusat Di Citorek Timur

0
385

Keterangan Foto : Muhamad Nur Pjs Kades Citorek Timur, kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Prov. Banten

Pewarta : Abd. Razik

Koran SINAR PAGI, Kab. Lebak,- Terkait adat kesepuhan di lingkungan Citorek yang saat ini sudah menjadi 5 desa, tetap berpusat di Citorek Timur, asal muasal adat kesepuhan yaitu 1.Citorek Timur 2.Citorek Tengah 3.Citorek Barat 4.Citorek Sabrang 5.Citorek Kidul, dalam persatuan adat tetap yang di tua kan adalah Citore,  Kecamatan Cibeber,  Kabupaten Lebak.

Menurut Muhamad Nur Pejabat Sementara (PJS) Kades yang ditunjuk oleh pihak kecamatan 8 bulan yang lalu, “saya bertugas meningkatkan pelayanan, menjaga aset desa, menjaga netralitas. Karena saya ASN,” kata Muhamad Nur,  di ruang kerjanya

Masih kata Muhamad Nur,  “Seperti saat menanam padi, kami kompak antara 5 desa tersebut tidak boleh ada yang duluan harus jatuh pada hari yang sama, demikian juga ketika panen harus bareng tidak boleh ada yang panen duluan harus kompak bareng sama-sama, jelas kalau bareng nanam dan panen hama pun bisa merata tidak tertumpu pada seseorang jadi tidak beresiko tinggi,”ucapnya lagi.

“Kami sampai hari ini juga masih menanam padi setahun sekali dan kami yakini cukup buat bekal satu tahun bahkan bisa lebih maka padi kami di simpan di lumbung supaya awet,” jelas Muhamad Nur.

“Demi menjaga kelestarian adat budaya kami saat ini memegang teguh adat istiadat budaya dari keturunan nenek moyang kami terdahulu yang sudah menjadi amanah ke anak cucunya jangan sampai terkikis oleh arus teknologi, akan tetapi kami sebagai ASN tetap patuh pada pemerintah aparatur negara,” pungkas Muhamad Nur.

Dikesempatan yang  sama Jajang, mantan Kades terdahulu mengatakan, “kami pun pernah dibawakan bibit yang bisa panen setahun tiga kali, tapi tetap saja masyarakat kami tidak mau masih bertahan dengan padi lama yaitu, padi ketam bukan padi banting. Waktu itu dari dinas pertanian langsung dibawakan bibit yang setahun 3 kali panen, sampai hari ini masyarakat tidak mau beralih,” Jajang.