Ragam

AKD Tulungagung Siap Optimalkan Industri dan Menjadikan Desa Open Government

adminsigiku.com
×

AKD Tulungagung Siap Optimalkan Industri dan Menjadikan Desa Open Government

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ok

Koran SINARPAGI, Kab. Tulungagung,- Ketua Asosiasi Kepala Desa Se-Kecamatan Tulungagung mengundang Sujarnako Mantan Direktur PJKAKI (Pengembangan Jaringan Kerja Sama Antar Intansi & Komisi) KPK di liur FM (15/08) di momen acara tersebut Sujarnko ternyata juga membawa beberapa teman dari tokoh nasional yaitu, 1. Sudarmoko selaku pembawa progam / ahli integrited farming sistem, yaitu mengintegrasikan perternakan dengan kebutuhan pertanian, vokasi, edutorism. telah sukses membangun integrited farming system di Lembah Kemuning JABAR, lengkap pabrik susu, peternakan sapi, pabrik pupuk kompos, liquid fertilizer, sekolah vokasi untuk petani dan eduturism 2. Bahrudin selaku pejuang agraria, ahli membangun pemberdayaan komunitas, sukses membangun jamaah produksi serta konseptor sekolah alam qoriah thoyibah. 3. Joko Budi Wiryono adalah salah tokoh nasional penemu gula tebu cair pertama di dunia, bahkan bisa membuat produksi turunan temuannya, bisa mengobati diabetes bahkan ada yang bisa menjadi obat kangker.

Beberapa narasumber berikan pengalaman dan ilmu pengetahaun khususnya di bidang peternakan dan pertanian, bagaimana tata cara optimalkan industri di daerah agar bisa menjalankan konsep Desa Berdaya dan Desa Sejahtera di Kabupaten Tulungagung.

Begitupun ada penyampaian dari Sholeh Selaku Ketua AKD Kabupaten Tulungagung beserta seluruh Korwil Kepala Desa, meminta Sujanarko menjadi pembina serta menjadi konsultan hukum Asosiasi Kepala Desa, permintaan ini atas kesepakatan bersama kolektif kolegial, “Apakah Mas Koko mau menjadi pembina dan konsultan hukum AKD Kabupaten Tulungagung” Ucapnya Sholeh mewakili seluruhnya korwil lainnya.

Sujanarko “Siap saja menjadi pembina, dengan catatan syaratnya, asalkan kalau Bapak Kepala Desa sudah siap berkomitmen menjalankan pemerintahan desa yang terbuka, siap transparan dan menerima partisipasi publik, begitupula bukan hanya pamer anggaran melalui banner, tapi bisa pamer di dunia IT Medsos yang nantinya bisa diakses seluruh masyarakat desa dengan mudah, dengan metode open government” Ujarnya.

Sholeh beserta Korwil Kepala Desa Se-Kabupaten Tulungagung “Siap dan Setuju” menyanggupi syarat yang diberikan Sujanarko karena selama ini AKD Kabupaten Tulungagung sudah menerapkan transparansi anggaran jawab seluruh peserta forum pada malam hari itu.

Acara tersebut berlanjut dengan banyak pembahasan bagaimana cara optimalkan industri di bidang peternakan dan pertanian untuk bisa menjadi Desa Berdaya dan Sejahtera.

Bahrudin memberikan pengalaman bagaimana membangun pemberdayaan komunitas agar komunitas menjadi kompak, agar bisa menjadi desa mandiri.

Sudarmoko memberikan pengalaman dan ilmu pengetahuannya di bidang industri peternakan sapi, bagaimana mengelola peternakan sapi dengan mendapatkan hasil lebih banyak, mulai dari susu dan kotoran limbah dari peternakan sapi, yang bisa di olah menjadi nilai ekonomi.

Begitu pula Joko Budi Wiryono memberikan pengalaman dan ilmu pengetahuan di bidang pertanian, dengan pengelolaan tebu yang bisa menjadikan hasil gula yang lebih baik dan bisa dijadikan obat.