Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi ( Kota Bandung)-, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat akan menyelengarakan “Jambore Maskara Desa” pada bulan november 2022. Kegiatan tersebut sebagai upaya ekpose keberhasilan pemerintah provinsi mendorong kemajuan desa melalui program gerbang desa.
Kepala Bidang Bina Desa DPMD Provinsi Jabar, Asep Nandang Rasadi S.IP menjelaskan semakin banyaknya bantuan dari pemerintah pusat dan kabupaten yang masuk ke desa, lalu ditambah bantuan keuangan dari pemerintah provinsi melalui bidang potensi desa yang jumlahnya Rp.130 juta/desa. “Maka DPMD Jabar ini dengan kewenangannya berupaya memberikan pembinaan ke pemerintah desa, itu tidak selalu harus berupa bantuan uang. Apalagi sebenarnya mereka itu ketika terpilih menjadi kepala desa otomatis dipercaya memiliki kemampuan untuk kemajuan desanya. Sedangkan pemerintah desa juga sudah memiliki sumber-sumber dana yang lain untuk pembangunan desanya. Cuman yang harus kita poles atau sentuh itu dari Pemerintah Provinsi melalui pembinaan berbasis silahturahmi dan bimbingan sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga tidak ada penyalah gunaan kewenangan di desanya. Dengan metode seperti itu, hasilnya jumlah desa mandirinya meningkat dan katogori desa tertinggalnya, Alhamdulillah sudah nol. Itu merupakan capaian indikator kinerja gubernur yang tercapai tahun 2022,” jelasnya saat wawancara bersama media cetak dan online Majalah Mangle & Koran Sinar Pagi di ruang kerjanya didampingi Jujun, Humas DPMD Jabar (1-9-2022)
Menurutnya penting bagi pemerintah Provinsi membangun kesadaran pemerintah desa untuk merubah indeks desa membangunnya. “Dahulu kepala desa banyak yang berpresepsi bahwa jika desanya sudah masuk katagori mandiri akan kehilangan pendapatan bantuan dari pemerintahnya. Sehingga mereka menunda atau bahkan tidak mau mengisi capaian indeks desa membangunnya. Padahal tidak seperti itu, karena buktinya ada reward atau hadiah dari gubernur berupa mobil Maskara atau mobil aspirasi kampung juara untuk desa. Selain itu muncul aturan yang baru dari Mentri Keuangan tentang dibolehkannya anggaran dana desa untuk rehab kantor desa yang sudah katagori mandiri. Hadirnya kebijakan itu bisa saja merupakan perjuangan dari dorongan program gerbang desa di Jabar,” ungkapnya
Selanjutnya Asep Nandang Rasadi S.IP menyampaikan agenda DPMD Jabar untuk ekpose keberhasilan gerbang desa. Nanti akan diselenggarakan “Jambore Maskara Desa”. Program itu memberikan kesempatan kepala desa untuk bertemu gubernurnya langsung secara bersama-sama kepala desa lainnya yang akan di pusatkan di Pangandaran. Di sana Pemerintah desa diberi kesempatan untuk menampilkan produk unggulan desa dan ekpose keberhasilan desa.
“Kegiatannya diharapkan dapat memotivasi desa lain dengan menunjukan inovasi dan kolaborasi pembanguan desanya. Karena Jabar juara tidak akan terwujud, kalau kabupatennya tidak juara, dan kabupaten juara itu sangat erat perihal banyaknya dukungan dari desa-desa juaranya,” ucapnya
Asnan pada akhir wawancaranya menyempatkan menceritakan pengalamanya selama ini menjabat di bidang bina desa dan mengingatkan pemerintah desa jangan sungkan untuk komunikasi langsung dengan kami di DPMD. Karena langkah atau upaya itu untuk mencegah dari kejahatan oknum yang menjual nama Dinas atau Gubernur dengan target mendapatkan keuntungan dari desa. Tetapi justru menipu atau merugikan kepala desa. Kasus seperti ini sering terjadi di desa, banyak laporan yang masuk ke kami.
https://www.koransinarpagijuara.com/2021/12/24/koran-sinar-pagi-programkan-30-menit-weekend-bersama-kadisdik-jawa-barat/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/













