Liputan Khusus

Paket Kegiatan Rehabilitasi Jalan Cikande Garut Kopo, Kembali Disoal, Dewan Partai Golkar Angkat Bicara

adminsigiku.com
×

Paket Kegiatan Rehabilitasi Jalan Cikande Garut Kopo, Kembali Disoal, Dewan Partai Golkar Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Alexander KS.

Koran SINAR PAGI, Serang-Banten,- Rehabilitasi jalan Cikande Garut Kopo sudah rampung di kerjakan, di lanjutkan kegiatan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang merupakan satu paket kontrak kegiatan senilai Rp. 7,650 milyard (Tujuh milyard enamratus limapuluh ribu rupiah) kembali di soal.

Beberapa komentar dan tanggapan yang berhasil di himpun awak media, sudah tayang dalam pemberitaan online, namun sangat di sayangkan CV BERKAT sebagai kontraktor pelaksana dinilai kurang maksimal merubah mekanisme kerja sesuai bestek dan RAB yang telah di tentukan, diantaranya pembangunan Tembok Penahan tanah. (TPT) yang sedang di laksanakan, penggunaan materialnya di nilai tidak sesuai RAB, diantaranya penggunaan semen dan jenis batu yang di duga tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Penumpukan material pasir dan batu di badan jalan tanpa ada rambu rambu sebagai pengaman lintasan, cukup membahayakan pengguna jalan saat melintas, terutama di saat malam, karena gelap, dan penerangan jalan masih sangat minim.

Jekhawatiran resiko nampak di sepanjang lintasan jalan yang di rehabilitasi, yaitu 1 515 ( seribulimaratus limabelas meter) karena masih banyak bongkahan beton eks pembongkaran jalan rigiet beton yang masih banyak berserakan di bahu jalan dan tanah warga, mengakibatkan pemandangan yang terkesan kumuh dan juga cukup membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Dari beberapa dugaan penyimpangan yang sempat menimbulkan konflik di masyarakat, di respon oleh Anggota Dewan komisi IV (empat) kabupaten Serang, Banten dari Partai GOLKAR, yaitu Sanudin yang di temui awak media, di sela sela acara serah terima gedung sarana kegiatan di salah satu pondok pesantren wilayah kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, mengatakan, “Cukup menyayangkan, sikap kontraktor pelaksana, yang di nilai kurang kooperatif, karena sulitnya di hubungi oleh awak media sebagai sosial kontrol kegiatan, terkait mekanisme pembangunan yang bisa berdampak merugikan masyarakat maupun petani, nanti akan di klarifikasi, agar secepatnya di rapikan, jika masih ada penumpukan tanah yang menimbulkan gangguan dan penyempitan sawah aktif masyarakat,” katanya.

Masih kata Sanudib, “Segala bentuk keluhan masyarakat maupun pengguna jalan akan menjadi salah satu materi pembahasan dalam rapat bersama, dengan maksud dan harapan kedepanya, pelaksanaan pembangunan TPT sesuai dengan bestek dan RAB yang sudah di tentukan, agar kualitas hasil pekerjaannya sesuai dengan harapan, rapih, aman bagi pengguna jalan, dan kualitas bisa dipertanggungjawabkan, agar masyarakat merasa puas, pembangunan TPT bisa berfungsi sesuai dengan harapan, sehingga kondisi jalan akan lebih terawat. Harap Sudin, dewan kabupaten serang komisi IV (empat) dari partai GOLKAR 7/9/2022”

 

Lebih lanjut Sanudin menambahkan, “termasuk usulan masyarakat desa nyompok dan desa gabus melalui kepala desanya, yang sudah mengajukan permohonan pembangunan jalan dan saluran pembuangan air melalui proposal yang sudah di terima dinas PUPR kabupaten Serang, itu salah satu aspirasi masyarakat yang akan kita perjuangkan, agar masyarakat merasa lebih nyaman jika jalan di wilayahnya bisa terbangun, apalagi jalan yang belum pernah tersentuh APBD, itu pantas dan layak untuk di perhatikan kembali,” tutur Sudin, (7/9/2022),

“Terkait adanya dugaan penyimpangan RAB maupun Bestek, Pemerintah, dalam menentukan besaran anggaran, sudah memperhitungkan semua resiko, baik penggunaan material yang berkualitas, maupun segala dampak lingkungan yang sering timbul di lokasi kegiatan dan sekitarnya, termasuk besaran anggaran yang tak terduga, kalaupun masih ada kontraktor yang di anggap nakal, semua akan di proses sesuai aturan, agar kedepanya, penyelesaian pembangunan TPT di harapkan di kerjakan sesuai dengan bestek dan RAB yang sudah di tentukan”. Pungkasnya (7/9/2022).

Sementara komentar masyarakat sekitar, yang tidak mau disebut namanya (red), yang kebetulan profesinya sebagai supplier material alam, seperti batu, pasir dan sejenisnya, dan cukup piawai dalam menilai jenis kualitas material batu yang di pakai untuk pembangunan TPT, mengatakan, “Kenapa jenis batu yang bermutu paling rendah yang di pakai untuk pembangunan TPT, di duga jenis batu seperti itu, tidak bisa masuk kualifikasi untuk proyek pemerintah, karena sifat batu itu mudah hancur, ada kemungkinan itu jenis batu yang tidak berserat, kalo peruntukkannya untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di anggap kurang tepat, pasalnya, kendaraan yang melintas di sini, hampir setiap hari melintas truk tronton pengangkut material buat pabrik hebel milik PT Setya Raya Mandiri, dan truk kontainer 40 (empatpuluh feed) pengangkut kabel milik PT Multi Kabel, harusnya jenis batu yang tepat adalah jenis batu yang biasa di buat bahan pembuat split yang biasa di pakai di pabrik beton atau ready mix,”ungkapnya (7/9/2022)

Beda lagi dengan komentar Ade Jali anggota LSM GPS menambahkan keluhannya,”dalam pelaksanaan pembangunan TPT, Pemakaian semen juga di duga menyimpang dari RAB, semen yang di gunakan jenis semen yang harganya mungkin paling murah, ada kemungkinan belum SNI (Standar Nasional Indonesia) itu juga perlu di tinjau, apakah sesuai dengan RAB yang telah di tentukan? ungkap Ade Jali

Lebih lanjut Ade Jali mengatakan” untuk pemasangan batu dalam pembangunan TPT juga diduga kurang memenuhi standar atau bestek, pasalnya, susunan pemasangan batu banyak yang berongga, karena tidak di tutup dengan mortar yang berfungsi sebagai pengikat antar susunan batu yang di pasang, kalo semua susunan batu rapat dengan ikatan mortar, dan jenis batu yang di pakai jenis batu yang sesuai dengan ketentuan standar, bisa di pastikan TPT akan kokoh dan kuat serta berfungsi sesuai harapan, dan jalan rigiet beton yang baru di bangun akan semakin terawat, lebih kuat dan awet”, ungkap Ade Jali, lagi (7/9/2022).