Pewarta : Heri Kusnadi
Kabupaten Ogan Ilir – Darwin Effendi, salah satu Calon Kepala Desa Tanjung Harapan yang akan bertarung memperebutkan kursi Kepala Desa Tanjung Harapan, berharap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2022 berjalan kondusif, dan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menyalurkan hak pilih pada 15 Oktober 2022 mendatang.
Dikatakan Darwin Effendi, Tahapan Kampanye Calon Kepala Desa Tanjung Harapan Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir akan berlangsung selama tiga hari dari 9 – 11 Oktober 2022.
“Untuk Pilkades Tanjung Harapan, diikuti oleh 3 (tiga) Calon Kades dengan sistem kampanye berdasarkan zona sesuai nomor urutnya,” ujarnya, Selasa (11/10/2022).
Sebagai Calon Kades pada Pilkades Tanjung Harapan dengan Nomor Urut 2, ia akan melaksanakan kampanye dengan cara blusukan kerumah – rumah warga sesuai dengan aturan tahapan pilkades serentak.
“Hari pertama kampanye, kami akan blusukan di Dusun 2, kemudian hari kedua, di Dusun 3 dan terakhir, hari ketiga ini di Dusun 1,” terangnya.
Dikatakan, saat memasuki nasa tenang, Darwin berharap semua calon Kades dan timnya tidak lagi melakukan kegiatan kampanye untuk mengajak memilih calon dan mengumpulkan massa.
“Kami berharap kepada penegak hukum untuk bertindak tegas bila ada Calon Kepala Desa yang tetap berkampanye saat masa tenang, saya khawatir, pelaksanaan Pilkades jadi tidak Kondusif,” ujarnya.
Terpisah, Camat Tanjung Raja, Lukman Ajis saat dikonfirmasi awak media terkait Tahapan Kampanye Calon Kepala Desa, dia berharap semua pihak untuk tetap taat dengan peraturan yang sudah disepakati bersama sesuai dengan Perbup dan Peraturan Perundangan-Undangan yang berlaku.
“Memasuki masa tenang, artinya tidak lagi ada aktivitas kampanye, seperti mengajak untuk memilih calon juga kegiatan pengumpulan massa atau blusukan kerumah warga hingga hari pencoblosan,” kata dia.
Ditegaskan, bila dimasa tenang ditemukan masih ada kegiatan Calon Kepala Desa ataupun Tim dari Calon Kades untuk segera melaporkan Kepada Pengawas Pilkades yang ada di desa-desa.
“Di setiap desa sudah dibentuk Pengawas Desa sebanyak 5 orang,” jelasnya.













