Pewarta : A Y Saputra
Kabupaten Pangandaran – Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Ke – 10 Kabupaten Pangandaran Tahun 2022, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran. Senin (25/10/2022).
Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Penjabat Bupati ke 1,2 dan 3 Kabuaten Pangandaran, Presidium Kabupaten Pangandaran, Unsur Forkopimda Kabupaten Pangandaran, Pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Pangandaran, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Bupati/Walikota lingkup Provinsi Jawa Barat, Para Rektor dan Pimpinan Universitas, Para Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN dan BUMD, Para Ketua Organisasi Keagamaan / Kepemudaan / Organisasi Profesi Se-Kabupaten Pangandaran.
Tema Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang Ke-10 tahun ini adalah ‘Satu Dasawarsa Bersinergi untuk Pangandaran Juara’. Menurut Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata sinergitas antar stakeholder sangat penting dilakukan untuk dapat mewujudkan Pangandaran Juara.
“Bersinergi dalam artian segenap komponen fokus dalam tugasnya masing-masing demi mencapai tujuan bersama, Saya dengan tugas Saya, Pak Wakil dengan tugasnya, Aparat dengan tugasnya, DPRD dengan tugasnya, masyarakat sebagai subjek dan objek pembangunan melaksanakan tugasnya masing-masing, sebagaimana dalam peribahasa sunda ‘sareundeuk saigel sabobot sapihanean, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak. Poma ulah pagiri-giri calik, pagirang-girang tampian’,” ungkapnya.
Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata menuturkan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam kurun waktu 10 tahun.
“Dalam kurun waktu 10 tahun ini, banyak sekali tantangan, rintangan dan cobaan dalam melaksanakan agenda pembangunan. Kita baru saja mengalami musibah pandemi covid-19 yang dampaknya tidak hanya dirasakan pada aspek kesehatan, namun juga berdampak pula pada ekonomi dan keuangan daerah. Fiskal kita tertekan, pendanaan terbatas, dan banyak refocusing anggaran untuk penanganan dan pengendalian penyebaran covid-19. Tetapi ini merupakan sebuah pembelajaran bagi kita, bagaimana bisa bertahan dan eksis keluar dari kesulitan selama 2 tahun lebih menghadapi bencana ini.” ungkapnya.
